Senin, 02 Maret 2015
Rabu, 11 Februari 2015
Peristiwa yang umumnya kita dengar di kisaran bulan Februari apakah hanya melulu soal Valentine’s Day?
Ternyata tidak!
Di tanggal yang sama, pada 14 Februari, juga
terdapat hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Peringatan “Pemberontakan PETA
di Blitar 1945”, bagian dari tonggak sejarah perjuangan bangsa melawan penindasan penjajah, yang kemudian mengedepankan sosok pemuda Pahlawan Nasional,
Supriyadi.
Hanya saja, di masa sekarang
ini, membahas sejarah sangat tidak populer di kalangan muda. Sejarah dianggap
kuno, dan identik dengan politik para orang-orang tua. Sejarah dianggap pembicaraan
berat, yang hanya layak dilakukan golongan beruban. Sedangkan masa muda, adalah masa
bersenang-senang.
Menyelami momentum 14 Februari, bulan
cintanya muda-mudi, kita akan melihat seperti apa jalannya sejarah
Pemberontakan PETA di Blitar 1945, yang dilakukan seorang muda berumur 22 tahun
(lahir 1923), dan rekan-rekannya yang bahkan berumur di bawahnya.
Kita akan
melihat kisah cinta, yang menggelora di hati orang muda di Jaman Pendudukan
Jepang.
PEMUDA PETA DAN MIMPI
MUDANYA
Kedatangan Jepang (1942) memang
disambut dengan gegap gempita oleh masyarakat di Nusantara. Betapa tidak,
bangsa dengan postur yang sama dengan kita, bermata sipit, berkulit
kuning-coklat, memiliki kesamaan dengan masyarakat Melanesia Nusantara,
bandingkan dengan orang-orang Eropa yang mengaku menguasai Nusantara ratusan
tahun. Lebih-lebih lagi, bangsa Jepang yang Asia, mampu mengalahkan
tentara-tentara Eropa yang hingga saat itu masih terhebat di dunia. Muncullah
perasaan kagum pada Jepang di benak masyarakat.
![]() |
| Andaryoko, Pejuang Peta (doc.google) |
Para pemuda yang identik dengan
semangat dan optimisme tak kalah semaraknya menyambut Jepang. Kesan-kesan
heroik yang dibangun Jepang, dan janji-janji Jepang sebagai saudara tua
Indonesia, membuat para pemuda berbondong-bondong mendukung Jepang. Sepertinya
memang inilah saat kejayaan Nusantara akan bangkit kembali. Maka, ketika Jepang
mendirikan organisasi-organisasi seperti: Gerakan Tiga A (1942), Putera (1943),
dan terutama PETA (1943), banyak pemuda
yang memasukinya. Anggapannya sederhana, ingin memberi sumbangsih bagi
kemerdekaan Indonesia kelak, seperti yang dijanjikan Jepang. Heroik bukan?!
PETA atau Pembela Tanah Air,
merupakan pasukan sukarela yang keseluruhannya orang Indonesia, dan
dipersiapkan sebagai pasukan cadangan Tentara Dai Nippon. PETA disusun layaknya
militer resmi, dengan lima tingkatan: Daidanco
(komandan batalyon), cudanco
(komandan kompi), shodanco (komandan
peleton), bundanco (komandan regu),
dan giyuhei (prajurit). Daidanco diangkat dari tokoh-tokoh
terkemuka di masyarakat, cudanco dari
pegawai pemerintahan dan pemimpin agama, dan shodanco berasal dari para pemuda-pemuda terdidik. (Marwati
Djoened, 1993:35)
Para pemuda-pemuda kalangan
menengah ke atas, golongan mampu, bangsawan, yang mendapat pendidikan ELS,
MULO, ataupun MOSVIA dan OSVIA (setingkat SMP dan SMA, sekitar umur 20 tahun),
secara sukarela banyak mendaftar menjadi anggota PETA setingkat shodanco. Menurut G.Moedjanto (1988:80)
“mereka sendiri nasibnya tidak begitu sengsara”, tetapi dengan angan-angan
indah tentang masa depan Indonesia Merdeka, dan ajakan teman, masuk dan
berlatih pada PETA. Menjadi tentara juga kental dengan nuansa heroisme, tidak
berbeda dengan orang muda sekarang ini, yang gandrung dengan berbagai aktivitas
“heroisme”, dan mengikuti tren gaul.
Hanya saja, bagaimana golongan
yang sejahtera tersebut, yang aman dan tenteram, bisa melakukan “pemberontakan”
yang terkenal dan menginspirasi masyarakat, bahkan mendapat tepukan salut
golongan tua. Bukankah mereka sendiri para pengagum Jepang?
PETA: MEMPERJUANGKAN
CINTA
Di depan bilang cinta, ternyata
ada udang di balik batu. Siapa yang tak sakit hati bila dikhianati, “ditusuk
dari belakang”?! Perasaan inilah yang menebar di kalangan pemuda, di
asrama-asrama PETA, khususnya di Daidan
(Batalyon) Blitar, Jawa timur.
![]() |
| PETA (doc.google) |
Mimpi tentang hebatnya seorang
tentara, runtuh ketika pangkat-pangkat di pundaknya tak berarti di depan
tentara Jepang yang terendah sekalipun. Perwira-perwira PETA harus tunduk
hormat pada bintara dan tamtama Jepang. (Marwati Djoened: 37). Bagi para pemuda
di shodan (peleton), hari-hari
dilalui dengan pukulan dan perlakuan kasar. Masa-masa para pemuda di asrama
Blitar, yang dipinggir jalan, menguak kenyataan. “orang-orang desa kalau lewat
depan asrama harus berhenti dan membungkuk. Kalau ada yang lupa membungkuk,
langsung dipukul. Padahal rakyat desa… bukannya tidak mau hormat, tapi ya tidak
ngerti saja.” (Baskara T. Wardaya, 2008:56).
Dendam semakin membara, ketika
para pemuda kembali ke kampung halamannya, setelah pelatihan di asrama. Mereka
melihat dan mendengar langsung penuturan sanak-saudaranya tentang perlakuan
Jepang. Para petani dipaksa menyerahkan padinya pada kumiai (organisasi pengumpulan padi), sehingga masyarakat hanya
makan nasi jagung dan berpakaian goni. (Marwati Djoened: 36). Ditambah lagi
cerita-cerita tentang kerja paksa Romusha, juga soal perempuan-perempuan yang
dijadikan budak nafsu tentara Jepang.
Sekembalinya dari “pulang
kampung”, Shodanco Supriyadi yang tidak jauh usianya dengan kita (22 tahun),
menggalang opini di asrama Daidan,
Blitar. Mereka harus melakukan perlawanan, pemberontakan, bahkan dituliskan
dalam penelitian Baskara T. Wardaya (2008:58) “Berontak aja yuk, mumpung masih
muda”, kemudian jawab yang lain “Ya sudah, ayo. Berani nggak? Berani!”. Salah
seorang penggagas pemberontakan adalah Shodanco Moeradi yang bahkan belum
berumur 20 tahun.
Maka, meletuskan Pemberontakan
PETA di Blitar, 14 Februari 1945. Hari yang sama di masa sekarang, dengan Valentine’s Day. Meskipun pemberontakan
itu berhasil dikalahkan Tentara Jepang. Namun, gaungnya menyebar di Nusantara,
membuat golongan tua yang bekerja sama dengan Jepang terkagum-kagum. Kelak,
Supriyadi akan diajukan menjadi Menteri Keamanan Rakyat dan kemudian Panglima
TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pasca proklamasi 1945, bahkan ketika umurnya
masih 22 tahun.
BAGAIMANA ORANG MUDA
SEKARANG?
Dalam pembicaraan dengan seorang
sahabat, yang juga pegawai salah satu instansi terkemuka, tercetuslah ujaran
“kita ini mungkin dikatakan para orang tua, young
and stupid (muda dan bodoh).” Kata itu terus menggema dalam pemikiran ini.
Benarkah menjadi muda itu selalu dipandang sebelah mata? Ataukah ini hasil
perilaku kami yang begitu mudah terombang-ambingkan budaya populer, sehingga
pemuda memang tergeser dari perjuangan sosial, tak tampak lagi oleh zaman.
Teringat sebuah buku “Mereka
Yang Mati Muda” (Arifin Surya Nugraha, dkk, 2008), di masa muda itu tersebutlah:
R.A. Kartini (25 Tahun), Robert Wolter Mongonsidi (24), Chaeril Anwar (27), Soe
Hok Gie (27). Masih harus ditambah pemuda-pemuda idealis, Moh. Hatta yang tidak
akan menikah hingga Indonesia merdeka, Sudirman yang menjadi guru sekaligus Panglima
TKR di usia 31 tahun. Tentu masih banyak lagi.
Ketika Valentine’s Day datang, selayaknyalah orang muda merayakan “kasih
cinta” kepada mereka yang spesial di hati. Namun, di hari yang sama ingatlah,
tentang “kisah cinta” para pemuda PETA, yang mampu melebarkan cintanya bukan
pada individu saja, tapi pada sesama yang menderita. Selamat Valentine’s Day, heningkan sejenak dan
tarik inspirasi dari Pemberontakan PETA di Blitar 1945.
(Artikel ini suatu usaha mendekatkan cara pikir sejarah yang kontekstual bagi remaja)
Selasa, 09 Desember 2014
PENGERTIAN SIMULASI DIGITAL
Suatu proses peniruan dalam bentuk visual yang dideskripsikan menyerupai kata, gambar dan grafis.
SIMULASI
Metode simulasi yang paling luas
penggunaannya dalam mengevaluasi berbagai alternatif sistem sumberdaya
air. Teknik ini mengandalkan cara coba-banding (trial-and-error) untuk
memperoleh hasil yang mendekati optimal. Model simulasi mempunyai maksud
untuk mereproduksi watak esensial dari sistem yang dipelajari. Teknik
simulasi dapat dibayangkan dengan percobaan (eksperimen), sebagai
penyelesaian masalah untuk mempelajari sistem yang kompleks yang tidak
dapat dianalisis secara langsung dengan cara analitik. Teknik simulasi
merupakan metode kuantitatif yang menggambarkan perilaku suatu sistem.
Simulasi adalah suatu cara untuk
menduplikasi/menggambarkan ciri, tampilan, dan karakteristik dari suatu
sistem nyata. Ide awal dari simulasi adalah untuk meniru situasi dunia
nyata secara matematis, kemudian mempelajari sifat dan karakter
operasionalnya, dan akhirnya membuat kesimpulan dan membuat keputusan
berdasar hasil dari simulasi. Dengan cara ini, sistem di dunia nyata
tidak disentuh /dirubah sampai keuntungan dan kerugian dari apa yang
menjadi kebijakan utama suatu keputusan di uji cobakan dalam sistem
model.
- Simulasi yaitu suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan sekelilingnya (state of affairs). Aksi melakukan simulasi ini secara umum menggambarkan sifat-sifat karakteristik kunci dari kelakuan sistem fisik atau sistem yang abstrak tertentu.
- Simulasi metode pelatihan yg meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yg mirip dng keadaan yang sesungguhnya
- Simulasi sebuah penggambaran suatu sistem atau proses dengan peragaan berupa model statistik atau pemeranan; me·nyi·mu·la·si v menirukan (menyerupakan) kpd sesuatu yg besar dng ukuran yg lebih kecil: komputer itu dapat digunakan untuk – bintang meledak; me·nyi·mu·la·si·kan v membuat (menjadikan) dalam bentuk simulasi
DIGITAL
Digital berasal dari kata Digitus,
dalam bahasa yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari
jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut
terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan
penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1
atau off dan on (bilanganbiner).
Digital adalah kata, gambar, dan grafis
yang mendeskrepsikan dalam bentuk numeris melalui piranti komputer,
Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya.
Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit) Peralatan
canggih, seperti komputer, pada prosesornya memiliki serangkaian
perhitungan biner yang rumit. Dalam gambaran yang mudah-mudah saja,
proses biner seperti saklar lampu, yang memiliki 2 keadaan, yaitu Off
(0) dan On (1). Misalnya ada 20 lampu dan saklar, jika saklar itu
dinyalakan dalam posisi A, misalnya, maka ia akan membentuk gambar
bunga, dan jika dinyalakan dalam posisi B, ia akan membentuk gambar
hati. Begitulah kira-kira biner digital tersebut.
Konsep digital ini ternyata juga menjadi
gambaran pemahaman suatu keadaan yang saling berlawanan. Pada gambaran
saklar lampu yang ditekan pada tombol on, maka ruangan akan tampak
terang. Namun apabila saklar lampu yang ditekan pada tombol off, maka
ruangan menjadi gelap. Kondisi alam semesta secara keseluruhan menganut
sistem digital ini. Pada belahan bumi katulistiwa, munculnya siang dan
malam adalah suatu fenomena yang tidak terbantahkan
Keistimewaan Teknologi Digital
- Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan informasidapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
- Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
- Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
- Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara interaktif.
Contoh – Contoh Peralatan Yang menggunakan Digital
- Jam digital
- Kamera digital
- Penunjuk suhu digital
- Kalkulator digital
- Computer
- HP
- Radio digital
sumber: http://ranimohune.wordpress.com/2014/04/21/pengertian-simulasi-digital/
Selasa, 18 November 2014
Mengisi content blog
buat anak-anakku yang lagi belajar membuat blog.
jika ingin menjadi blogger sejati, Anda perlu mengetahui cara merawat blog dengan baik. terkadang seorang blogger akan merasa bosan, jenuh menulis artikel (mengisi-content) di dalam blognya. sebenarnya inilah tantangan nyata bagi seorang blogger, bukan hanya menulis yang perlu Anda biasakan tetapi ada masalah lain yang sering menghadang yakni hal-hal yang berkaitan dengan kemalasan.
setiap kita mempunyai karakter yang berbeda, ada yang dengan mudah memunculkan inspirasi-inspirasi baru, ada juga yang peras keringat untuk memunculkan ide-ide barunya. ada yang mudah menuangkan idenya dalam tulisan, ada sebaliknya. yang penting jangan merawat karakter yang mudah bosan dan malas.
Nah, berikut ini adalah beberapa cara merawat blog :
1. Isi dengan tulisan yang bermanfaat
usahakan tidak ada tulisan-tulisan yang berbau curhat dan kesedihan, karena hal tersebut akan tampak lucu jika kita baca di lain hari ketika kita sudah lupa tentang masalah yang saat itu kita hadapi. Usahakan menulis yang baik sehingga dibaca oleh semua orang dan juga memberikan manfaat. Dan berfikirlah bahwa tulisan kita suatu saat pasti dibaca oleh orang lain. Dan lebih berhati hati menulis, karena di situ akan nampak seperti apa karakter kita yang mungkin kurang baik.
2. Selalu inovatif, dan kreatif Mencoba hal-hal baru
Dalam kehidupan sehari-hari, seorang blogger atau penulis harus selalu mencoba hal-hal yang baru. Misalnya jika seorang blogger yang sering menulis tentang fashion atau tips tips bisnis, maka coba gali masalah lain yang bisa kita update ke blog. Sebelum kita menemukan hal-hal baru, tentunya kita harus mempunyai pikiran yang kreatif dalam melakukan sesuatu. Atau sebaliknya, kita temukan dan coba terlebih dahulu hal-hal yang bersifat baru, lalu kita mendayagunakan pikiran kita pada hal tersebut agar membuahkan karya-karya yang kreatif dan tanpa batas. Jika kita sudah bisa berpikir kreatif, segera kita menuangkannya ke dalam tulisan, sebelum ide itu hilang. buat catatan-catatan kecil.
3. menulis beberapa pengalaman pribadi
Menulis pengalaman pribadi kita, bukan berarti harus curhat lho.. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, tulislah pengalaman-pengalaman yang positif, entah itu tentang kesuksesan, kemandirian, maupun kerja keras. Dengan begitu akan muncul kata-kata motivasi yang nantinya akan bermanfaat bagi pembaca. Tulis bagaimana perjuangan kita membangun sebuah usaha, bagaimana liku-liku itu terjadi dan dihadapi. Menulis pengalaman pribadi memang sulit, dan tidak semua pengalaman pribadi bisa kita tulis ke dalam blog kita.
Itu tadi beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk merawat blog kita dengan posting, meskipun masih perlu pelengkap. Namun kita semua masih bisa mengusahakannya. semoga bermanfaat.
Rabu, 19 Februari 2014
Selasa, 31 Desember 2013
Lirik lagu : Lembayung Bali
Witri Dewi Susan
Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak berbatas
bebas berandai mengulang waktu
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak berbatas
bebas berandai mengulang waktu
Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta
Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan suara tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk
mekar mendewasa
masih kusimpan suara tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga
Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi
Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali
tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali
Rabu, 18 Desember 2013
Penugasan KKPI
Selesaikan tugas berikut ini!
Apakah yang
dimaksud dengan;
- ISP
- Login
- Logoff
- Search Engine
- E-Commerce
- E-Book
- Server
- Upload
- User
- WAP
- Web Browser
- Web Master
- Web Page
- Website
Langganan:
Postingan (Atom)


