Labbaik Allohumma Labbaik

Labbaik Allohumma Labbaik
Ziarah ke Baitullah

Sabtu, 23 Mei 2015

Cara Membuat Video dengan Windows Movie Maker



Bagi Anda yang tertarik dan ada keinginan untuk belajar membuat video atau mengedit mungkin bisa mengawali belajar dengan aplikasi video editor yang sederhana dan mudah dioperasikan. Misalnya dengan Aplikasi Movie Maker yang tersedia secara default di Windows XP.  Dengan aplikasi Movie maker Anda bisa membuat video dengan dari beberapa gambar atau foto dan bisa juga ditambahi dengan koleksi musik. Selain itu  bisa menggambungkan beberapa video menjadi satu.

Tulisan ini akan membahas cara membuat video dengan movie maker yang sederhana dan mudah, dengan berbahan sederhana, yaitu beberapa koleksi gambar dan satu buah file musik saja. Yang akan saya tulis di sini cara menggabungkan beberapa gambar menjadi satu secara berurutan kemudian ditambahkan sebuah lagu, sehingga nanti hasil akan seperti video klip, tapi video klip yang sangat sederhana.

Cara membuat video

1.  Kita mulai dengan membuka aplikasi Windows Movie maker, klik Start kemudian All Programs, kemudian klik Windows Movie maker



2.  Yang pertama kita lakukan adalah mengambil bahan yang pertama, yaitu mengambil beberapa gambar yang akan dijadikan video. Caranya klik Import Pictures.




3.  Setelah jendela Import File tampil seperti di bawah ini, pilih  beberapa gambar sekaligus. Cara memilih gambar sekaligus dengan bantuan tombol Crtl pada keyboard Anda, (klik pada gambar ke 1, kemudian tekan tombol crtl lalu gambar kedua, ketiga dan seterusnya). kemudian jika sudah dipilih gambarnya lanjutkan dengan klik tombol import.


4.  Setelah gambar tampil, tambahkan gambar tersebut ke Timeline. Caranya pilih dulu gambarnya lalu klik kanan mouse Anda, kemudian pilih Add to Timeline. Pada contoh di bawah ini saya pilih sekaligus 4 gambar.


5.  Menu Timeline ada di jendela paling bawah, coba klik salah satu gambar yang ada di timeline. Jika Anda klik nanti gambarnya akan tampil di preview video yang ada di pojok kanan jendela. Jika Anda klik tombol play, nanti setiap 5 detik gambarnya akan berubah ke gambar selanjutnya, mengapa hanya 5 detik? karena defaulnya diset 5 detik. Ini bisa diatur sesuai dengan seleramu dengan drag tepi gambarnya ke arah kanan (drag = klik tahan tarik)



6.  Setelah gambar ditambahkan sekarang saatnya menambahkan file musik, misalnya seperti MP3. langkah awalnya kita import terlebih dahulu. Klik pada tombol Import audio or music.


 

7.  Pada contoh ini kita import satu file musik  saja
 

8. Kemudian lanjutkan dengan Add to timeline.



9.  Pada timeline akan tampak bahwa file audio berdurasi lebih panjang dari pada durasi kumpulan gambarnya. Jadi untuk mendapatkan hasil yang baik kita panjangkan juga durasi gambar nya agar sama dengan durasi file audio. Caranya drag ke arah kanan setiap gambar agar durasinya bertambah. Untuk men drag, klik tepi gambar bagian kanan, kemudian klik geser dan tarik kearah kanan. Lakukan sedemikian rupa sehingga durasinya sama dengan file audio.
 


10. Gambar di bawah ini merupakan contoh hasil pemanjangan durasi yang saya lakukan. setiap gambar saya jadikan durasinya kurang lebih 30 detik.
 

11.  untuk melihat hasilnya silahkan klik pada tombol Play.


 

12.  Setelah dirasa cukup baik hasilnya, silahkan menyimpan video buatanmu tadi. caranya klik pada tombol File, kemudian pilih Save Movie File.
 


13.  Pilih pada My computer, kemudian klik next
 


14.  Beri nama file nya, kemudian klik next




15. Pada movie setting untuk mendapatkan hasil yang terbaik pilih best quality. Pada contoh ini saya pilih best fit to file, jika ukuran kurang dari 5 mb, suara audionya akan terdengar kurang baik. Anda juga bisa memilih pada other setting, pada other setting terdapat banyak pilihan setting penyimpanan video.
 


Jika sudah dipilih lanjutka klik tombol Next.



16.  Tunggu proses penyimpannannya beberapa saat.
 


17.   Klik finish jika sudah selesai, Jika ingin memainkan videonya secara langsung beri tanda centang pada Optional (play movie when i click finish)
 


18.  Anda juga bisa membuka file videonya pada folder dimana tadi videonya disimpan (tadi disimpan pada My video, di my document).  Klik kanan pada file videonya kemudian pilih Open With, pilih windows media player
 

19.  Sesaat kemudian windows media player akan memutar video buatanmu…

 

Gimana kawan? membuat videonya sangat mudah bukan? untuk menambahkan efek efek pada video  insya Alloh akan saya bahas pada artikel selanjutnya, atau jika Anda tidak sabar, silahkan Anda coba coba sendiri.


Jika pada komputer Anda belum terinstal aplikasi windows movie maker, silahkan download melalui tautan ini.

Selamat mencoba membuat video sesuai dengan imajinasi dan kreatifitas Anda. JANGAN gunakan untuk membuat video yang aneh-aneh atau video haram ya… ingat itu dosa….

Jumat, 22 Mei 2015

Etika Menggunakan E-mail





Tetaplah sopan, jangan “urakan“.
Rekan-rekan kerja anda bisa saja menggunakan singkatan-singkatan yang umum digunakan dalam email, namun saat berkomunikasi dengan pelanggan luar, setiap orang harus mengikuti aturan penulisan standar. Pesan email anda mencerminkan anda dan perusahaan/lembaga anda, jadi aturan “tradisional” dalam hal ejaan, tata bahasa maupun tanda baca tetaplah berlaku.
 

Tulis pesan secara singkat, langsung pada inti permasalahan.
Karena anda menggunakan penulisan yang sesuai dengan tata bahasa, maka bukan berarti pesan yang anda tulis haruslah menjadi panjang. Tidak ada yang lebih “menyiksa” selain menelusuri suatu pesan email yang dua kali lebih panjang daripada yang sebenarnya diperlukan. Konsentrasikan pada satu subjek untuk setiap pesan bilamana memungkinkan.


Pergunakan huruf besar pada awal kalimat saja (Sentence case).
 

MENGGUNAKAN HURUF BESAR SEMUA SEPERTI INI AKAN TERLIHAT SEPERTI ANDA SEDANG BERTERIAK.

menggunakan huruf kecil semua seperti ini memberi kesan anda malas.

Untuk memberi penekanan, pergunakan asterisk (*) atau dengan mencetak tebal (Bold) pada satu atau beberapa kata penting. Janganlah – untuk alasan apapun – menggunakan berbagai macam warna dan gambar yang tercantum di dalam pesan anda karena tidak setiap orang menggunakan program email yang dapat menampilkannya.

Pergunakan blind copy dan courtesy copy dengan tepat.
 

Jangan gunakan blind courtesy copy (BCC) untuk mencegah orang-orang mengetahui kepada siapa saja anda mengirimkan salinannya; dan akan lebih menunjukkan rasa percaya diri, jika anda secara langsung memberikan courtesy copy (CC) kepada setiap orang yang menerima salinannya. Pergunakan BCC, walau bagaimanapun, saat mengirimkan ke suatu daftar distribusi yang besar, sehingga para penerima email tidak perlu melihat daftar nama yang panjang. Hati-hati saat menggunakan CC; penggunaan yang berlebihan akan memenuhi inbox setiap penerima. Berikan salinan hanya kepada orang yang secara langsung terlibat.
 

Jangan gunakan email sebagai alasan untuk menhindari kontak personal.
Jangan lupakan nilai dari sebuah tatap muka atau bahkan komunikasi suara. Komunikasi lewat email tidaklah tepat saat mengirimkan pesan-pesan yang membingungkan atau “bernada” emosi. Pikirkan saat-saat dimana anda mendengar seseorang di kantor berkata dengan nada yang kurang menyenangkan, “Kan, saya sudah mengirim anda email”. Jika anda memiliki masalah dengan seseorang, bicarakan dengan orang tersebut secara langsung. Jangan gunakan email untuk menghindari situasi yang kurang menyenangkan atau untuk menutupi sebuah kesalahan.
 

Ingatlah bahwa email kurang terjaga privasinya.
Saya beberapa kali melihat seseorang dipecat dari perusahaan karena menyalahgunakan email. Email kantor saat ini dipandang sebagai milik dari perusahaan, dan bisa diambil, diperiksa dan dipergunakan (sebagai barang bukti) di pengadilan. Kecuali jika anda menggunakan perangkat enkripsi (entah perangkat keras atau perangkat lunak), anda harus beranggapan bahwa pengiriman email di internet tidaklah (selalu) aman. Jangan cantumkan di email, pesan yang tidak akan anda cantumkan di kartu pos. Ingatlah bahwa email dapat diteruskan, jadi para penerima yang tidak diinginkan, dapat melihat apa yang anda ketikkan. Anda bisa juga secara tidak sengaja salah mengirimkannya, jadi selalu jaga isinya untuk tetap profesional untuk menghindari hal-hal yang mempermalukan anda.
Lakukan pengiriman email secara sekaligus ke sekelompok penerima (group email) pada saat tertentu saja.
 

Kirimkan email ke sekelompok orang hanya jika itu berguna bagi setiap penerima. Gunakan tombol “Balas semua” (Reply All) hanya jika membutuhkan suatu hasil yang memerlukan masukan dari orang banyak, dan hanya jika ada sesuatu yang anda ingin tambahkan. Para penerima email akan merasa terganggu jika membuka suatu email dan cuma terisi pesan “Aku juga!”.

Gunakan baris Subject untuk menunjukkan isi dan maksud.
Jangan hanya mengatakan “Hai!” atau “Dari Laura.” Sepakati bersama untuk menggunakan singkatan-singkatan yang secara cepat menunjukkan tindakan yang diperlukan.

Sebagai contoh, tim anda dapat menggunakan atau berarti “Action Required” (Segera Ditangani), atau untuk Monthly Status Report (Laporan Status Bulanan). Merupakan suatu praktek yang bagus untuk mengikutsertakan kata “Long” (Panjang) pada baris Subject – jika diperlukan – sehingga para penerima pesan mengetahui bahwa email tersebut akan cukup memakan banyak waktu untuk membacanya.
 

Jangan mengirim pesan berantai, peringatan virus atau email “sampah”.
Selalu periksa situs antivirus yang terpercaya atau bagian IT dari perusahaan anda sebelum mengirimkan suatu peringatan virus. Jika anda berulangkali menerima email candaan dari teman yang mengganggu anda, berterus-teranglah dan mintalah nama anda untuk dihilangkan dari daftar kirimannya. Arahkan email yang bersifat pribadi ke akun email personal anda (atau ‘Japri’ = Jaringan Pribadi – Pentj).


Ingatlah bahwa nada bicara anda tidak “terdengar” di email.
Pernahkan anda menginformasikan sesuatu yang bersifat kasar, namun penerima email keliru menanggapinya? Komunikasi lewat email tidak dapat menghantarkan nuansa komunikasi verbal. Dalam upaya menambahkan “nada bicara”, beberapa orang menggunakan emoticon, namun pergunakan sesekali saja sehingga anda tidak terkesan kurang profesional. Selain itu, janganlah beranggapan bahwa menggunakan smiley akan “mencairkan” pesan yang susah dipahami.


Gunakan tanda tangan (signature) yang mencantumkan informasi kontak.
Untuk memastikan bahwa orang-orang mengetahui siapa anda, cantumkan tanda tangan yang memiliki informasi kontak, termasuk alamat email tersebut, alamat situs dan nomor telepon anda.
 

Buatlah ringkasan untuk diskusi yang panjang.
Menggulung layar berlembar-lembar ke bawah pada setiap balasan untuk memahami suatu diskusi adalah cukup tidak mengenakkan. Daripada melanjutkan untuk meneruskan setiap balasan pesan, sisihkan sedikit waktu untuk meringkasnya bagi pembaca pesan anda. Anda bahkan dapat menyoroti atau mengutip beberapa teks, lalu memasukkan respon anda.