Labbaik Allohumma Labbaik

Labbaik Allohumma Labbaik
Ziarah ke Baitullah

Selasa, 30 November 2021

Analisa Perencanaan Kebutuhan (materi OTK Sarpras Kelas XII)

A.    Tujuan

1.   Menjelaskan prosedur analisa perencanaan kebutuhan sarpras.

2.   Menjelaskan jenis-jenis analisa perencanaan kebutuhan sarpras

3.   Menjelaskan cara mengitung kebutuhan

 

B.    Indikator Pencapaian Kompetensi

1.   Peserta diklat dapat menjelaskan analisa perencanaan kebutuhan

2.   Peserta diklat dapat menjelaskan jenis-jenis analisa perencanaan kebutuhan

3.   Peserta diklat dapat menjelaskan cara menghitung rencana kebutuhan

 

C.    Uraian Materi

1.  Analisa Perencanaan Kebutuhan

Analisa rencana kebutuhan merupakan salah satu mata rantai dalam proses pengelolaan sarana dan prasarana yang tidak dapat dipisah-pisahkan hubungannya antara proses yang satu dengan proses yang lain.   Analisa perencanaan kebutuhan berawal dari kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh unit pemakai/pengguna (user), kemudian berdasarkan daftar inventarisasi tersebut unit organisasi  merencanakan macam dan jenis sarana apa yang dibutuhkan.

 

Beberapa pertimbangan dalam kegiatan analisa perencanaan kebutuhan adalah harus selalu memperhatikan permasalahan yang berhubungan dengan:

a.   Klasifikasi alat/sarana prasarana yang dibutuhkan.

b.   Spesifikasi alat/sarana prasarana.

c.   Dimana/lokasi mana alat/sarana prasarana akan digunakan.

d.   Siapa yang akan menggunakan alat/sarana prasarana.

e.   Kapan alat/sarana prasarana akan digunakan.

f.    Berapa jumlah/volumenya.

 

Analisa rencana kebutuhan guna menunjang kelancaran proses dan pelaksanaan terhadap semua kebutuhan yang diperlukan sebagai sarana pendukung pelaksanaan tugas lembaga/pembelajaran, dapat kelompokan menjadi 4 golongan, yaitu:

1)  Barang tidak bergerak. Barang-barang yang termasuk jenis barang tidak bergerak.  

2)     Barang bergerak. Barang-barang yang termasuk jenis barang bergerak.  

3)     Hewan, barang yang termasuk hewan.  

4)     Barang persediaan, adalah barang-barang baik yang bersifat tahan lama atau habis pakai yang keberadaannya untuk bahan pengganti jika peralatan yang berupa unit mengalami kerusakan sebagian komponennya, seperti; mouse, keyboard, external hardisct, lampu LCD, ban kendaraan, dll.

 

2.  Jenis-Jenis Analisa Kebutuhan

Analisa kebutuhan sarana prasarana/peralatan kerja suatu organisasi/lembaga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu analisa kebutuhan kualitatif dan analisa kebutuhan kuantitatif.

a.    Analisa kebutuhan kualitatif

Analisa kebutuhan kualitatif pada dasarnya adalah suatu rangkaian kegiatan pengelompokan keterangan-keterangan atau informasi tentang jenis kegiatan yang terdapat dalam suatu satuan/unit organisasi tertentu.  .

Sebelum kebutuhan itu dirumuskan, maka terlebih dahulu harus dikumpulkan berbagai data/informasi yang menunjang, misalnya:

1)  Sarana/perlengkapan apa saja yang masih ada?  

2)  Bagaimana kondisinya?  

3)  Sudah tersediakah fasilitas pendukung lainnya jika barang yang akan diadakan telah tiba di lokasi?  

b.    Analisa kebutuhan kuantitatif

Analisa kebutuhan kuantitatif dilakukan dengan meneliti volume dan frekuensi kegiatan yang terdapat dalam suatu unit organisasi tertentu. Kegiatan analisis ini akan mempersoalkan:

1)     Apakah jumlah sarana yang ada masih efisien penggunaannya?

2)     Apakah sarana yang ada sudah sesuai dengan jumlah pegawai yang ada?

3)     Apakah sarana yang ada masih dapat memenuhi target capaian yang ditetapkan?

Langkah-langkah analisia kebutuhan kuantitatif  adalah:

1)     Untuk kebutuhan perabot, perlu diketahui jumlah pegawai berdasarkan struktur organisasi yang ada.

2)     Untuk kebutuhan sarana penyimpanan warkat, perlu diketahui sedikit banyaknya jumlah warkat yang dihasilkan untuk satuan periode waktu tertentu.

3)     Untuk kebutuhan mesin-mesin (terutama mesin kantor)perlu diketahui waktu riil penggunaan, waktu kerja untuk periode yang sama, dan waktu ekstra, (waktu ekstra adalah waktu diluar jam istirahat tetap)

4)     Terhadap kebutuhan bahan habis pakai/bahan dasar, perlu diperhatikan pengalaman dari kegiatan yang telah berjalan supaya tidak terjadi penumpukan/barang berlebih maupun kekurangan bahan baku sehingga menggangu proses penyelesaian pekerjaan dikarenakan masih menunggu datangnya pesanan.

5)     Cara pengadaan/pesanan yang paling ekonomis dapat diterapkan pada permasalahan ini dengan memperhatikan syarat-syarat atau faktor-faktor sebagai berikut:

a)    Kebutuhan bersifat rutin (terus menerus).

b)    Biaya setiap kali mengadakan pesanan

c)    Biaya yang harus dikeluarkan setiap unit/satuan barang selama berada di gudang.    

3.  Pengusulan Sarana Prasarana

Pengusulan alat/sarana prasarana yang dibutuhkan oleh masing-masing unit organisasi yang didukung dengan data yang lengkap dan detail dan dituangkan dalam format-format yang telah dibakukan agar memudahkan bagian pengadaan yang akan melakukan proses pembeliannya. Mekanisme pengusulannya dapat dilihat pada gambar 4, berikut ini:


 

 Gambar 4. Skema Alur Usulan Sarana dan Prasarana

 

a.      Prosedur pengusulan sarana dan prasarana

Usulan kebutuhan sarana dan prasarana adalah kegiatan-kegiatan dan usaha yang dilakukan oleh satuan kerja untuk merumuskan suatu kebutuhan sarana dan prasarana berdasarkan dan berpedoman pada hal-hal sbagai berikut:

1)    Usulan disesuaikan dengan rencana kegiatan masing-masing satuan organisasi yang akan menggunakan barang tersebut.

2)    Usulan disesuaikan dengan jumlah dan kondisi kepegawaian yang ada.

3)    Usulan disesuaikan dengan memperhatikan barang-barang yang masih ada dan yang masih dapat digunakan.

 

b.      Dasar pemikiran.Dasar pemikiran diadakan rencana usulan kebutuhan adalah:

1)    Untuk meningkatkan jalannya pelaksanaan tugas pokok pegawai.

2)    Untuk meningkatkan motivasi kerja pegawai.

3)    Untuk standar kerja yang baku.

4)    Untuk memperoleh kualitas barang sesuai dengan aspek penggunaannya.

5)    Untuk menghindari pemborosan.

 

c.      Usulan berdasarkan pada macam dan jenis barang.

Kepala satuan kerja dalam membuat usulan rencana kebutuhan perlengkapan atau sarana dan prasarana pendukung kerja, senantiasa harus berdasarkan standar baku yang telah ditetapkan. Standar baku ini dimaksudkan untuk:

1)    Memperoleh kepastian dan kebenaran sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

2)    Memperoleh kepastian mutu/kualitas sarana dan prasarana yang bibutuhkan.

3)    Memperoleh kepastian jumlah sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

4)    Memperoleh standardisasi dan normalisasi terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Memudahkan bagian pengadaan/pembelian dalam proses pembelian.

d.      Usulan rencana kebutuhan harus disusun sesuai dan berdasarkan pada pengelompokan barang/sarana dan prasarana.

 

e.      Proses penyusunan untuk barang bergerak dan tidak bergerak.

1)  Barang bergerak habis pakai, pengusulannya didasarkan pada prinsip-prinsip kemanfaatan, ketahanan atau umur pakai barang, penempatan dan penyimpanannya. Disamping itu penyusunan usulan berdasarkan pada:

a)    Dibuatkan daftar penyusunan barang yang disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kegiatan masing-masing satuan kerja yang mengusulkan berdasarkan frekuensi/volume dan kecepatan penggunaannya.

b)    Dibuatkan daftar perkiraan biaya dan harga perkiraan untuk pengadaan barang setiap periodenya.

c)    Daftar rencana kebutuhan disusun berdasarkan periode jangka tertentu dalam satuan waktu; triwulan, semester dalam periode waktu tahunan.

 

2)  Barang tidak habis pakai, pengusulannya didasarkan pada prinsip-prinsip kemanfaatan, ketahanan atau umur pakai barang, penempatan, perawatannya atau pemeliharaannya, dan   penyimpanannya. Disamping itu penyusunan usulan berdasarkan pada:

1)    Dianalisa dengan tepat penggunaannya, dibuatkan susunan usulan perlengkapan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan rencana kegiatan masing-masing satuan kerja/organisasi dengan memperhatikan peralatan/sarana dan prasarana yang masih ada dan masih dapat digunakan dalam batas-batas efisiensi.

2)    Dibuatkan daftar perkiraan biaya penyimpanan dan biaya pemeliharaan.

3)    Disipkan daftar rencana kebutuhan disusun berdasarkan periode jangka tertentu dalam satuan waktu; triwulan, semester dalam periode waktu tahunan.

3)  Barang tidak bergerak, dapat berupa tanah dan bangunan, pengusulannya dapat dirinci antara lain sebagai berikut:

Tanah;

a)    Kepastian lokasi dan luasnya dan pengusulannya senantiasa sesuai dengan efektifitas penggunaan.

b)    Dicermati tentang perencanaan tata kota (panologi) setempat.

c)    Kepastian nilai atau harga tanah.

d)    Diusulkan kepada satuan pengadaan lengkap dengan data yang syah dan akurat.

Bagunan, informasi yang diperlukan meliputi:

a)    Fungsi bangunan/ruangan yang diusulkan.

b)    Struktur organisasi dari satuan kerja yang akan menggunakan.

c)    Perkiraan jumlah unit, ruang, dan pemakai yang akan menempati.

d)    Jenis dan peralatan sarana dan prasarana yang akan ditempatkan.

e)    Kepastian perhitungan jumlah dan luas bangunan.


Senin, 15 November 2021

GCC JATIM 2021 - Kewirausahaan Membuka Peluang Menjadi Generasi Mandiri ...


PR selama ini, Setelah lulus SMK bagaimana peserta didik memanfaatkan waktu luang sementara belum kuliah, dan atau belum bekerja sesuai yang diharapkan. Saya ajak peserta didik memanfaatkan gadget melakukan kegiatan wirausaha sebagaimana sebelum masa pandemi, bedanya target omset yang menentukan peserta didik sendiri. Dan kegiatan sebagian besar dilakukan pada olshop, tidak berbatas waktu, tanpa modal, sehingga tidak takut rugi. Untuk menyiapkan masa lulus SMK, saya bertekad memperkenalkan pada peserta didik dengan UMKM. Untuk ini saya ajak 1 peserta didik mendatangi Disperindag, Mall Pelayanan Publik dan Dinas Kesehatan, dari pengalaman inilah nantinya saya berharap anak didikku benar-benar belajar dan tahu bagaimana mendirikan UMKM dan mencari ijin usaha yang benar untuk meresmikan produk yang di jual, dan dapat menjadi mentor teman-temannya di sekolah sehingga apa yang saya lakukan bersamanya berdaya guna.

Jumat, 24 September 2021

Manfaat Pohon Kelapa dari Buah hingga Akarnya





Tahukah kalian betapa banyak sekali manfaat pohon kelapa dari pucuk hingga pangkal akarnya, Subhaanallohu Allohu Akbar.

Manfaat pohon kelapa tidak dapat diungguli tanaman lain dalam konteks keterlibatannya untuk meningkatkan kualitas fisik manusia, khususnya di bidang kecantikan, kosmetika, dan hasil gunanya bagi kehidupan dan kesehatan, seperti dikutip dari buku Kelapa Pohon Kehidupan oleh Prof. Dr. F. G. Winarno.

Pohon kelapa adalah tanaman dengan nama latin Cocos nucifera L. Pohon kelapa merupakan anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae.

Pohon kelapa memegang peranan penting di perekonomian Indonesia. Indonesia merupakan penghasil kopra (daging buah yang dikeringkan) kedua terbesar di dunia setelah Filipina.

Tanaman kelapa tumbuh dan dibudidayakan di berbagai negara tropis basah dunia. Tetapi, 94,64% produksinya datang dari kawasan Asia Pasifik. Di kawasan tersebut, Indonesia memiliki luas perkebunan dan produksi kelapa terbesar, diikuti oleh Filipina dan India.

Ciri-ciri pohon kelapa ditandai oleh akar serabut yang kuat, batang ramping tegak dan tidak bercabang, daun berpelepah, dan sirip-sirip lidi menopang daun.

Pohon kelapa merupakan tanaman yang paling banyak dibudidayakan secara ekstensif, tumbuh, serta dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.

Umur pohon kelapa bisa mencapai 100 tahun dengan usia produktif sekitar 30 tahun. Selama itu, pohon kelapa bisa bermanfaat untuk manusia.

Tinggi pohon kelapa bisa mencapai 30 meter, dengan buah 80-120 buah per pohon per tahun. Tetapi, nyaris semua bagian tanaman kelapa bermanfaat bagi kehidupan. Tidak heran, pohon kelapa dikenal sebagai Pokok Serba Guna.

Dikutip dari buku Keampuhan Air dan Minyak Kelapa bagi Kesehatan oleh Tiara Putri, dapat kita ketahui manfaat pohon kelapa selengkapnya sebagai berikut.

Manfaat Pohon Kelapa

Daun Kelapa

1.    Menjadi bingkai lemari

2.    Dirangkai menjadi hiasan janur dan dekorasi pada acara adat maupun kontemporer

3.    Dapat dianyam jadi sarang ketupat, tempat buah, dan keranjang sampah, kipas, sandal, tas tangan, dan topi

4.    Tulang daun kelapa dapat menjadi bahan baku sapu lidi

5.    Pucuk daun kelapa dapat dibuat jadi makanan seperti asinan

6.    Manggar atau pangkal pelepah daun kelapa dapat dimanfaatkan untuk membuat ragi dan gula

Daging buah kelapa

Daging buah kelapa berwarna putih dengan tebal 8-15 mm. Daging buah kelapa mengandung berbagai zat gizi dan minyak nabati. Berikut manfaat daging buah kelapa:

1.   Dijadikan santan untuk membuat sayur, soto, gulai, rendang, dan ragam hidangan lain

2.   Dapat dikerok, diparut, dan dikeringkan menjadi bahan baku makanan ringan dan minuman

3.   Menghilangkan kerutan di wajah dan mengurangi tumit pecah-pecah

4.   Melembabkan kulit

5.   Mencegah uban dan menghilangkan ketombe

6.   Menghilangkan jerawat dan menyamarkan lutut atau siku yang hitam

7.   Membersihkan ubin lantai

Air kelapa

Air kelapa di dalam buahnya mengandung sedikit karbohidrat, protein, lemak, dan beberapa mineral. Air kelapa yang difermentasi dapat menjadi nata de coco. Berikut manfaat air kelapa:1.   Membantu menjaga pola makan (diet) dengan meningkatkan metabolisme tubuh, membatasi rasa lapar, mengubah lemak jadi massa otot, dan membantu fungsi tiroid dalam menurunkan berat badan

2.   Memenuhi kebutuhan vitamin B

3.   Alternatif minuman sehat dan minuman isotonik

4.   Memperlancar pencernaan

5.   Menetralisir racun

6.   Mencegah batu ginjal dan memperbaiki sirkulasi darah

7.   Mengobati penyakit chikungunya, membunuh parasit giardia lamblia, dan membantu proses penyembuhan kolera

8.   Mengatasi mabuk kendaraan

9.   Mencegah osteoporosis

 

Minyak kelapa

Daging buah kelapa dapat diolah jadi minyak. Penggunaan minyak kelapa bermanfaat untuk:

1.   Meningkatkan imunitas tubuh

2.   Mengendalikan diabetes

3.   Membantu menguatkan gigi

4.   Mempercepat proses penyembuhan luka

5.   Melawan infeksi dan virus

6.   Mencegah masalah jantung

 

Batang kelapa

Batang kepala yang sangat tua dan kering sangat tahan sengatan rayap, seperti:

1.   Dibentuk menjadi perabotan dengan motif menarik seperti meja, kursi, bingkai lukisan, dan lain-lain

2.   Menjadi bahan dasar pembangunan rumah, jembatan darurat, kerangka perahu, seperti genteng, papan, kayu, dan lain-lain

 

Akar kelapa

Akar kelapa menginspirasi teknologi penyangga bangunan cakar ayam di seperti di Bandara Soekarno-Hatta oleh Sedyatmo. Berikut manfaat akar kelapa:

1.   Menjadi zat pewarna perabotan rumah tangga dan bir

2.   Diramu menjadi obat-obatan dengan takaran tertentu

 

Bunga kelapa

1.   Niranya dapat dikemas jadi minuman ringan

2.   Niranya dapat dipanaskan sampai mengental dan mengeras jadi gula kelapa.

 

Nah, itu dia manfaat pohon kelapa. Manfaat apakah dari pohon kelapa yang pernah kamu rasakan,

 

disadur dari: Trisna Wulandari - detikEdu