Labbaik Allohumma Labbaik

Labbaik Allohumma Labbaik
Ziarah ke Baitullah

Selasa, 18 November 2014

Mengisi content blog


 


buat anak-anakku yang lagi belajar membuat blog.

jika ingin menjadi blogger sejati, Anda perlu mengetahui cara merawat blog dengan baik. terkadang seorang blogger akan merasa bosan, jenuh menulis artikel (mengisi-content) di dalam blognya. sebenarnya inilah tantangan nyata bagi seorang blogger, bukan hanya menulis yang perlu Anda biasakan tetapi ada masalah lain yang sering menghadang yakni hal-hal yang berkaitan dengan kemalasan.

setiap kita mempunyai karakter yang berbeda, ada yang dengan mudah memunculkan inspirasi-inspirasi baru, ada juga yang peras keringat untuk memunculkan ide-ide barunya. ada yang mudah menuangkan idenya dalam tulisan, ada sebaliknya. yang penting jangan merawat karakter yang mudah bosan dan malas.
Nah, berikut ini adalah beberapa cara merawat blog :

1. Isi dengan tulisan yang bermanfaat
usahakan tidak ada tulisan-tulisan yang berbau curhat dan kesedihan, karena hal tersebut akan tampak lucu jika kita baca di lain hari ketika kita sudah lupa tentang masalah yang saat itu kita hadapi. Usahakan menulis yang baik sehingga dibaca oleh semua orang dan juga memberikan manfaat. Dan berfikirlah bahwa tulisan kita suatu saat pasti dibaca oleh orang lain. Dan lebih berhati hati menulis, karena di situ akan nampak seperti apa karakter kita yang mungkin kurang baik.

2. Selalu inovatif, dan kreatif Mencoba hal-hal baru
Dalam kehidupan sehari-hari, seorang blogger atau penulis harus selalu mencoba hal-hal yang baru. Misalnya jika seorang blogger yang sering menulis tentang fashion atau tips tips bisnis, maka coba gali masalah lain yang bisa kita update ke blog. Sebelum kita menemukan hal-hal baru, tentunya kita harus mempunyai pikiran yang kreatif dalam melakukan sesuatu. Atau sebaliknya, kita temukan dan coba terlebih dahulu hal-hal yang bersifat baru, lalu kita mendayagunakan pikiran kita pada hal tersebut agar membuahkan karya-karya yang kreatif dan tanpa batas. Jika kita sudah bisa berpikir kreatif, segera kita menuangkannya ke dalam tulisan, sebelum ide itu hilang. buat catatan-catatan kecil.

3. menulis beberapa pengalaman pribadi
Menulis pengalaman pribadi kita, bukan berarti harus curhat lho.. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, tulislah pengalaman-pengalaman yang positif, entah itu tentang kesuksesan, kemandirian, maupun kerja keras. Dengan begitu akan muncul kata-kata motivasi yang nantinya akan bermanfaat bagi pembaca. Tulis bagaimana perjuangan kita membangun sebuah usaha, bagaimana liku-liku itu terjadi dan dihadapi. Menulis pengalaman pribadi memang sulit, dan tidak semua pengalaman pribadi bisa kita tulis ke dalam blog kita.

Itu tadi beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk merawat blog kita dengan posting, meskipun masih perlu pelengkap. Namun kita semua masih bisa mengusahakannya. semoga bermanfaat.

Rabu, 19 Februari 2014

Selasa, 31 Desember 2013

Lirik lagu : Lembayung Bali


Witri Dewi Susan


Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak berbatas
bebas berandai mengulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta 

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan suara tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga
 

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi
 

Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali

Rabu, 18 Desember 2013

Penugasan KKPI

Selesaikan tugas berikut ini!



Apakah yang dimaksud dengan;


  1. ISP
  2. Login
  3. Logoff
  4. Search Engine
  5. E-mail
  6. E-Commerce
  7. E-Book
  8. Server
  9. Upload
  10. User
  11. WAP
  12. Web Browser
  13. Web Master
  14. Web Page
  15. Website
 

Jumat, 29 November 2013

Guru : Pengajar dan atau Pendidik



Pengajar dan pendidik sepertinya merupakan dua kata yang memiliki makna sama. Memang kalau sepintas lalu mirip, padahal di antara keduanya terdapat perbedaan yang membawa efek yang luar biasa besar (percoyo opo ora?) Penasaran? mari kita simak penjelasannya ….
Pengajar berasal dari kata ajar yang artinya petunjuk kepada orang supaya diketahui (dituruti) (bisa Anda lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia, ). Dari sini dapat dipahami bahwa ajar; mengajar adalah suatu tindakan untuk membuat orang lain mengerti, atau paham akan sesuatu. Nah, kalau Anda menjadi seorang pengajar, berarti Anda wajib membuat orang lain mengerti akan hal yang Anda jelaskan pada mereka. Kalau belum, berarti Anda belum berhasil sebagai seorang pengajar.
Sedangkan pendidik yang berasal dari kata dasar didik memiliki arti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, teladan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. (masih bisa dibantu melihat lagi di KBBI ). Yang lebih dahsyat lagi adalah arti dari kata pendidikan : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Di sini dapat kita tarik benang merah bahwa didik; mendidik; pendidikan adalah hal yang terkait dengan ahlak atau budi pekerti, bukan hanya melulu mengenai sebuah materi pelajaran.
Nah, setelah mengetahui arti dan makna dari dua kata di atas, sekarang kita lihat arti kata Guru. Dalam Bahasa Jawa, guru adalah digugu dan ditiru. Digugu artinya menjadi tempat menimba ilmu atau tempat bertanya, sedangkan ditiru artinya ya dikuti seluruh tindak tanduknya. Bukankah ada pepatah mengatakan: guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Hal ini mengandung makna bahwa setelah seorang murid menduplikasi dari gurunya, maka dia akan senantiasa memodifikasi, sehingga dia akan memiliki lebih dari gurunya. Ini kalau untuk hal yang positif sih oke-oke saja. Tapi bagaimana bila yang ditiru itu merupakan hal yang negatif? Bisa Anda bayangkan sendiri, mengerikan!!!

Pengertian guru menurut KBBI adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Menurut pengertian di atas, tugas utama seorang guru adalah mengajar, yaitu membuat orang lain memahami sesuatu yang belum dipahami sebelumnya. Pernahkah Anda berpikir, betapa besar jasa guru kita semasa kelas 1 SD yang begitu telaten mengajari kita yang semula buta huruf hingga akhirnya bisa membaca dan menulis?
Sungguh besar tanggung jawab yang dipikul oleh seorang guru. Selain sebagai pengajar, sudah seharusnya dia juga menjadi seorang pendidik, yang artinya menanamkan nilai-nilai budi pekerti dan ahlak yang baik. Jadi, menjadi guru tidak saja bertanggung jawab terhadap permasalahan akademis, namun juga bertanggung jawab terhadap perkembangan psikologis dan kepribadian seorang anak didiknya.
Sungguh indah apabila semua (atau sebagian besar) guru di Indonesia memiliki kedua hal tersebut. Ditambah lagi mampu memberikan motivasi kepada anak didiknya, sehingga lebih percaya diri dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat ini. Karena sesungguhnya potensi yang dimiliki seorang manusia itu sungguh luar biasa besarnya, asal mereka tahu cara menggunakannya atau mengeplorasinya.
Jadi, untuk pengajar dan pendidik serta calon pengajar dan pendidik, sekarang sudah bukan jamannya lagi Anda membaca buku dan mendiktekannya di depan kelas. Jaman sudah berubah. Di samping perkembangan teknologi yang sudah sedemikian pesat, para anak didik ini juga perlu diberikan sesuatu yang dapat membuat mereka tetap dalam koridor ahlak yang baik, dan tidak terjerumus kepada hal-hal yang menyesatkan. Selain itu mereka juga harus bisa survive di dalam persaingan global yang semakin gila ini. Karena itu bekalilah diri Anda sebaik-baiknya karena kita semua tidak tahu perubahan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Hal ini bukan hanya buat para guru ataupun calon guru. Tapi juga kepada kita semua. Karena baik disengaja ataupun tidak, pada suatu saat kita juga bisa menjadi guru bagi orang lain, minimal bagi putra-putri kita. Pesan saya, jadilah guru yang lengkap yaitu sebagai Pengajar sekaligus Pendidik.
Ayo cerdaskan bangsa untuk meraih Indonesia sejahtera, bahagia, makmur, dan sentosa!!! Merdeka!!!

Tulisan ini saya dedikasikan kepada kedua Orangtua-ku; H. Abdullah Asnawi dan Hj. Zainab yang telah berpulang ke rahmatullohi. Beliau adalah Guru Sejati yang telah mengajar dan mendidik pribadi ini menjadi tahu dan mengerti bagaimana menjalani hidup di dunia ini.

Jumat, 01 November 2013

Mari ber-Hijab, Fastabiqul Khoirot Menuju Tahun Baru 1435 Hijriyah

Subhaanalloh, kesekian kalinya kami ingin berbagi pencerahan untuk Saudara-saudaraku muslimah dalam rangka menjalankan syariat, menuju hakikat, menggapai ma'rifat.

Memaknai sebuah ikrar diri dengan mengucap dua kalimah Syahadat, dan meyakini sepenuh hati untuk menjalankan segenap syariatnya dengan ikhlas dan mengharap ridlo-NYA. Seiring dengan perkembangan trend busana yang ada, hendaknya Saudara-saudariku mencermati keadaan ini dengan memilih dan memilah busana yang akan dikenakan untuk tetap mengikuti syariat.

Pilihan untuk ber-hijab, HARUS didasari dan disadari dari hati yang sudah benar-benar meyakini Islam adalah agama yang benar-benar melindungi, berbusana sebenarnya adalah untuk +MENUTUP AURAT+ bukannya sekedar berbusana untuk ---membalut aurat---
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

"Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik." (QS. Al Waqiah : 22-23)

Saat ini banyak cara dan kreatifitas muslimah dalam mempercantik busana yang di pakainya begitu beragam.
Dan saatnya ini pula, di penghujung tahun 1434 Hijriyah mari instropeksi meningkatkan dan memperbaiki rencana menjalani tahun baru 1435 Hijriyah di depan menjadi lebih sempurna. Sesungguhnya kita akan menjadi lebih beruntung dan mulia jikamana hari esok dapat lebih baik dari saat ini.

Semangat Fastabiqul khoirat, man jadda wa jadda. 

Jumat, 23 November 2012

Muhasabah diri di tahun baru Hijriyah


  • Menyambut Tahun Baru Hijriyah
    :)

    Masya Alloh, kiranya perlu untuk penulis coba meluruskan kepada anak-anakku, teman-teman, juga Saudara-saudara se-iman dan se-agama. Sungguh telah menjadi satu keprihatinan tersendiri bahwa saat ini sebagian muslim telah ikut terbawa arus dan turut larut dalam kegembiraan, -euforia- merayakan pergantian tahun baru masehi. Sementara mereka tidak merasa dirinya telah jauh, dan bahkan tidak peduli dengan penanggalan tahun Hijriyah yang sebenarnya menjadi ukuran pelaksanaan beberapa ibadah tertentu yang sebaiknya dilakukan.

    Ambil saja contoh mudah, bahwa Puasa Ramadhan dimulai dari munculnya tanggal 1 bulan Ramadhan, Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal, Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah, peristiwa Isra Mi’raj diperingati pada setiap tanggal 27 Rajab, dan sebagainya.

    Kiranya saat inilah untuk ber-musahabah diri mencoba membiasakah diri hidup dan berperilaku lebih Islami, mengikuti apa yang telah Alloh Hidayah-kan setitik Iman pada Hati dan Jiwa yang ada dalam diri.

    Dalam rangka menyambut dan bukan memperingati atau merayakan tahun baru Hijriyah, berikut ini beberapa hal yang hendaknya dilakukan oleh ummat Islam:

    Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr : 18)

    Pertama. Setiap orang Islam senantiasa dengan bangga menunjukkan jati diri keislamannya, antara lain –dalam konteks ini- dengan lebih mengutamakan penggunaan kalender Hijriyah sebagai salah satu identitas ummat pengikut Rasulullah Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam.

    Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Islam (yang berserah diri kepada Allah)". (QS. Ali Imran : 64)

    Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata : "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Islam (yang berserah diri)?" (QS. Fushshilat : 33)

    Kedua. Menjadikan fenomena pergantian waktu : siang-malam, hari, pekan, bulan, tahun dan seterusnya yang merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah, untuk banyak bertafakkur dan berdzikir mengingat muroqobah (pengawasan) Allah, dan bukan untuk merayakannya dengan cara-cara yang penuh dengan kesia-siaan, seperti yang biasa kita saksikan pada fenomena penyambutan tahun baru yang lain.

    Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. Ali Imran : 190).

    Ketiga. Mengingatkan bahwa, berdasarkan sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, tidak ada contoh aktifitas atau praktek ritual tertentu dalam menyambut pergantian tahun.

    Keempat. Namun tidak ada salahnya, bahkan sangat baik jika momentum ini digunakan untuk hal-hal bermanfaat yang tidak bersifat ritual khusus, seperti diambil ibrah dan pelajaran darinya, disamping dimanfaatkan untuk muhasabah dan instropeksi diri. Karena setiap muslim harus selalu melakukan muhasabah diri, disamping setiap saat, juga yang bersifat harian, pekanan, bulanan, tahunan dan seterusnya. Umar bin Al Khatthab radhiyallahu ’anhu berkata :
    ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah amalmu sebelum kamu ditimbang nanti dan bersiap-siaplah untuk hari menghadap yang paling besar (hari menghadap Allah)”, Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). (QS Al-Haaqqah : 18)

    Kelima. Mengambil ibrah dari semua kejadian dan peristiwa sepanjang tahun sebelumnya, dan tahun-tahun sebelumnya dimana berbagai krisis dan konflik multidimensi, serta musibah dan bencana besar silih berganti telah mengharu biru kehidupan bangsa Indonesia pada umumnya dan ummat Islam pada khususnya. Padahal itu semua hanyalah sebagian saja diantara hak sanksi/hukuman atas fenomena maraknya bermacam-macam kejahatan, kemaksiatan dan penyimpangan yang diperbuat tangan-tangan kotor manusia pendurhaka. Disamping sekaligus peringatan dari Allah agar kita sadar dan kembali kepada-Nya. Maka, marilah kesempatan waktu yang masih diberikan Allah saat ini kita manfaatkan untuk benar-benar tobat dan memperbaiki diri. Dan jangan menunggu –la qaddarallah- sampai Allah mencabut masa penangguhan yang diberikan oleh-Nya atau sampai Dia memberikan peringatan yang lebih keras lagi!!!

    Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar Rum : 41)

    Dan kalau sekiranya Allah hendak menyiksa manusia sesuai dengan perbuatan jahatnya, niscaya Dia tidak akan menyisakan di atas permukaan bumi satupun mahluk melata, akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ketentuan ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (QS. Faathir : 45).

    Keenam. Tahun baru Hijriyah mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka marilah kita benar-benar menhijrahkan diri dari segala bentuk keburukan menuju kebaikan, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kebid’ahan menuju kesunnahan, dari kejahiliyahan menuju totalitas Islam dan dari kegelapan memperturutkan hawa nafsu menuju cahaya terang keikhlasan dalam menggapai ridha Allah.

    المسلم من سلم المسلمون من لسانه و يده و المهاجـر من هـجـر ما نهى الله عنه – متفق عليه

    Orang muslim adalah orang yang tidak mengganggu orang muslim lain baik dengan lidah maupun tangannya, dan orang yang hijrah itu adalah orang yang hijrah meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Ketujuh. Mengingatkan ummat Islam dan masyarakat bahwa, marak dan merajalelanya berbagai bentuk kemaksiatan yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan selama ini, tidak terlepas dari fenomena lemahnya semangat dan usaha da’wah serta amar bil ma’ruf wannahi ‘anil munkar di kalangan masyarakat. Padahal ummat ini adalah ummat da’wah, dimana usaha da’wah seharusnya ditunaikan oleh setiap individu muslim sesuai dengan kemampuan masing-masing. Oleh karenanya mari kita tingkatkan aktifitas da’wah yang berorientasi pada pembinaan generasi ummat dan pencegahan serta pemberantasan kemunkaran di muka bumi.

    Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran : 104).

    من رأى منكم منكـرا فليغـيّـره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه ، و ذلك أضعف الإيمان – رواه مسلم

    Barang siapa diantara kamu melihat suatu kemunkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu pula, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman. (HR. Muslim)

    Kedelapan. Secara khusus kami mengajak seluruh ummat Islam untuk mengawali tahun baru Islam ini –disamping dengan bentuk-bentuk ketaatan lain- dengan memperbanyak puasa dibulan Muharram khususnya pada tanggal 10 dan 9 (’Asyura dan Tasu’a).

    قال رسول الله صلّى الله عليه و سلّم : أفضل الصيام بعد رمضان شهـر الله المحـرم و أفضل الصلاة بعد الفـريضة صلاة الليل – رواه مسلم

    Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (HR. Muslim)

    سئل رسول الله صلّى الله عليه و سلّم عن صيام يوم عاشوراء فقال : يكـفّـر السنة الماضية – رواه مسلم

    Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ’Asyura (tanggal 10 Muharram), maka Beliau bersabda : ”Bisa menghapus (dosa-dosa kecil) satu tahun yang lewat. (HR. Muslim)

    و قال رسول الله صلّى الله عليه و سلّم : لئن بقيت إلى قابل لأصومنّ التاسع – رواه مسلم

    Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Kalau Aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan puasa pada tanggal 9 (Muharram). (HR. Muslim)

    Demikian taushiyah ini disampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan. Mudah-mudahan Allah SWT mencintai kita, mengumumkan kecintaan-Nya kepada penduduk langit, dan menurunkan kecintaan itu kepada seluruh penduduk bumi. Amiin

    و آخـر دعوانا أن الحمد لله ربّ العالمين