Labbaik Allohumma Labbaik

Labbaik Allohumma Labbaik
Ziarah ke Baitullah

Sabtu, 29 November 2025

Galeri di Masa Kecil

Galeri Kecil Anak-anak

Tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih sayang, membuat masa kecil dipenuhi dengan momen-momen kebahagiaan dan kesenangan yang sederhana. Menghabiskan hari-hari dengan bercanda ria bersama orangtua, sanak saudara, yang tidak terasa telah belajar arti hidup, kepedulian, toleransi dan kehidupan yang lebih bermakna. Bermain dengan teman-teman, menjelajahi permainan baru, adventure ke tempat-tempat sekitar rumah.

Banyak sekali tentunya jika dikumpulkan cerita masa kecil yang bisa kadang membuat orang dewasa ingin kembali ke masanya. Ada kisah-kisah seru yang bisa membuat tertawa terbahak-bahak, ada juga yang bisa justru meneteskan air mata.

Indah, dan sangat indah jika dikisahkan.

Sangat berbeda dengan kondisi saat ini, di mana anak-anak kecil sekarang sudah lengket dengan gadget. Menutup kesempatan mereka untuk bermain bersama teman-teman kecilnya, tidak ada lagi waktu untuk berbaur, berinteraksi, bersosialisasi. Mereka lebih asik dengan gawai, tidak lagi peduli dengan kanan-kiri.

Di generasi 90-an, saat era gadget belum merambah, anak-anak melewati masa kecil dengan banyak sekali permainan; lompat tali, petak umpet, main bola, berlari-larian, main air hujan, mandi di kali, gobak sodor, dagongan, layang-layang, memancing, patok lele, ular tangga, kelereng, engklar, gangsing, beteng, kucing-kucingan, ketapel, egrang, tamiya, dan permainan sederhana lainya yang dilakukan penuh keceriaan, kebersamaan.

Anak-anak perempuan bermain bola bekel, memasak, jual-beli, congklak, engklek, cublak-cublak suweng, rumah-rumahan, boneka kertas, berdandan, hompimpa, bermain hujan, dan permainan seru lainnya.

Serunya masa kecil itu.

Afifah bermain sepatu roda


Afifah mengikuti lomba menari

Perlombaan HUT Kemerdekaan

Bermain bareng di kali

Berwisata di Bukit Dolo Indah, Kediri

Bermain speedboat di Sarangan



Kamis, 27 November 2025

Komunikasi di Tempat Kerja

Mukadimah

Komunikasi merupakan hal penting dalam kehidupan manusia. Dalam kegiatan sehari-hari, manusia berkomunikasi lewat lisan, tulisan, perilaku, dan gambar. Lantas, apa yang dimaksud komunikasi?

Secara umum, komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan yang diinisiasi oleh komunikator dan diterima oleh komunikan. Terjadinya komunikasi merupakan hasil dari adanya hubungan sosial di dalam masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi memiliki peran yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia, karena setiap individu memerlukan kemampuan berkomunikasi sepanjang hidupnya.

Lebih lanjut, komunikasi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisiplin. Agar lebih mudah dipahami, berikut ini penjelasan mengenai pengertian komunikasi beserta jenis dan contoh-contohnya.

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan untuk membuat pesan yang dimaksud tersebut bisa tersampaikan dan dipahami.

1.      Hovland, Jains, dan Kelley

Komunikasi merupakan suatu proses di mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (yang biasanya bentuk kata- kata) yang bertujuan untuk membentuk suatu perilaku khalayak.

2.      Rogers dan Kincaid

Komunikasi merupakan proses di mana dua orang atau lebih membuat atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, sehingga pada gilirannya akan menghasilkan pengertian yang mendalam.

3.      Terry dan Franklin

Komunikasi sebagai seni dalam mengembangkan dan mendapatkan definisi di antara orang-orang, melalui proses penukaran informasi serta perasaan.

4.      Gerald R. Miller

Komunikasi adalah hal-hal yang memungkinkan suatu sumber mentransfer suatu pesan secara sadar kepada seseorang agar mempengaruhi perilaku.

5.      Weaver

Komunikasi yaitu seluruh prosedur di mana pikiran manusia bisa mempengaruhi pikiran manusia lainnya.

6.      Everett M. Rogers

Komunikasi artinya suatu proses di mana sebuah ide dikirimkan dari sumber satu ke satu penerima atau lebih yang bertujuan untuk merubah tingkah laku mereka.

7.      Harold Lasswell

Komunikasi adalah gambaran dalam menjawab pertanyaan siapa yang mengatakan apa, dengan saluran ke siapa, dan dengan pengaruh yang bagaimana.

8.      Paul J. Meyer

Komunikasi yang merupakan penghubung antar manusia merupakan kunci sukses, baik dalam kehidupan karir ataupun kehidupan pribadi seseorang. Dengan kata lain, seseorang yang memiliki kepiawaian dalam komunikasi akan sangat diuntungkan dalam perjalanan karirnya.

9.      The Liang Gie

Komunikasi adalah penyampaian warta yang mengandung macam-macam keterangan dari seseorang kepada orang lain.

 

Unsur Komunikasi

Didalam komunikasi melibatkan beberapa unsur atau elemen komunikasi diantaranya;

a.      Komunikator

unsur yang berperan untuk mengirimkan pesan atau dapat disebut sender.

b.      Pesan/Message/Berita

Unsur yang merupakan pesan/message yang dikirimkan.

c.      Media/Saluran/Channel

unsur yang merupakan media atau alat untuk mengirimkan pesan.

d.      Komunikan

Unsur yang berperan menerima pesan/message yang dikirimkan (receiver/penerima pesan).

e.      Feedback

unsur yang merupakan tanggapan atau umpan balik.

b.      Noise

Unsur yang mungkin muncul berupa gangguan yang mengakibatkan komunikasi tidak efektif berhasil.


Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah bagaimana seorang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Penyampaian pesan dapat dilakukan dengan lisan atau verbal. Apabila tidak ada bahasa yang dapat dimengerti bisa menggunakan gerak-gerik badan, gestur tubuh, komunikasi yang demikian disebut dengan komunikasi non-verbal.

Proses komunikasi yang efektif melalui beberapa tahapan;

·         Penginterpretasian; tahap komunikator menguraikan motif komunikasi menjadi pesan.

·         Penyandian; komunikator mewujudkan pesan menjadi lambang yang akan dikirimkan kepada komunikan, proses ini disebut encoding.

·         Pengiriman; mengirimkan lambang pesan melalui media.

·         Perjalanan; ruang waktu antara komunikator mengirim pesan dan komunikan menerima pesan.

·         Penerimaan; penerimaan lambang oleh komunikan.

·         Penyandian balik; proses decoding, tahapan penguraian lambang.

·         Penginterpretasian; tahapan dimana komunikan menguraikan lambang dalam bentuk pesan.

 


sekilas dapat dijelaskan gambar di atas adalah;

Komunikator -> (Encoding) -> menjadi Pesan/Message -> dikirim melalui Media/Saluran/Channel -> (menguraikan Decoding) -> Komunikan menerima pesan -> memberi Umpan Balik | Noise/kemungkinan gangguan yang terjadi diantara proses pengiriman pesan.

di dalam proses komunikasi ada 'Noise' atau gangguan yang mengakibatkan komunikasi menjadi tidak efektif, sehingga pesan yang dikirimkan oleh komunikator tidak diterima dengan benar oleh komunikan.

Teknik Berkomunikasi

Berkomunikasi dengan teknik yang tepat akan berpengaruh terhadap efektifitas pekerjaan. Selain itu juga mampu meningkatkan image pimpinan bahkan perusahan. Beberapa hal teknik berkomunikasi yang perlu untuk diperhatikan;

Etika Berkomunikasi

1.      Jujur dan tidak berbohong

2.      Bersikap dewasa dan profesional

3.      Lapang dada, sabar

4.      Menggunakan panggilan/sebutan nama orang yang baik

5.      Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien

6.      Berinisiatif sebagai pembuka dialog

7.      Bersikap yang baik, ramah dan sopan

8.      Berbahasa yang halus dan santun

9.      Berpenampilan yang rapi dan menarik

Teknik Berkomunikasi

1.      Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara

2.      Menatap lawan bicara dengan lembut

3.      Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum (humble)

4.      Gunakan gesture / gerakan tubuh yang sopan dan wajar

5.      Mengenakan pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai situasi

6.      Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara

7.      Menggunakan nada bicara, volume, intonasi suara, serta kecepatan bicara yang baik

8.      Menyertakan komunikasi non-verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku; seperti berjabatan tangan, hormat, dan lainnya.

 

Jenis-Jenis Komunikasi
Komunikasi dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya:

A.     Komunikasi Berdasarkan Perilaku

Komunikasi berdasarkan perilaku dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yakni:

1.      Komunikasi Formal

Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi di dalam organisasi ataupun antarorganisasi dengan tata cara yang sudah diatur dalam organisasinya.

Contoh: tata cara komunikasi pembelajaran di dalam kelas.

2.      Komunikasi Informal

Komunikasi informal adalah komunikasi yang terjadi di organisasi yang tidak ditentukan atau diatur dalam struktur organisasi serta tidak mendapat ketentuan resmi dan tidak berpengaruh kepada kepentingan suatu organisasi.

Contoh: komunikasi antar peserta didik di kantin sekolah.

3.      Komunikasi Nonformal

Komunikasi nonformal adalah komunikasi yang sifatnya berada di antara komunikasi formal dan informal yang biasanya berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi dan kegiatan yang bersifat pribadi.

Contoh: rapat mengenai kegiatan sekolah.

 

B.     Komunikasi Berdasarkan Kelangsungannya
Komunikasi berdasarkan kelangsungannya dapat dibedakan menjadi dua, yakni:

1.      Komunikasi Langsung

Komunikasi langsung adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung tanpa adanya bantuan dari orang ketiga ataupun media komunikasi, serta tidak dibatasi oleh jarak.

Contoh: komunikasi langsung adalah kegiatan pembelajaran secara tatap muka.

2.      Komunikasi Tidak Langsung

Komunikasi tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat komunikasi.

Contoh komunikasi tidak langsung adalah kegiatan pembelajaran menggunakan video conference.

 

C.    Komunikasi Berdasarkan Penyampaian

Komunikasi berdasarkan penyampaiannya dibedakan menjadi dua, yakni:

1.      Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan simbol-simbol atau kata-kata, baik yang dinyatakan secara lisan maupun tulisan.

2.      Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal adalah penyampaian informasi tanpa menggunakan kata-kata atau ungkapan verbal, tetapi dapat menggunakan gerakan tubuh, sikap tubuh, kontak mata, ekspresi muka, kedekatan jarak, ataupun sentuhan.

 

D.    Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkup

Komunikasi berdasarkan ruang lingkup dibedakan menjadi dua jenis, yaitu komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Berikut penjelasannya:

1.      Komunikasi internal

Adapun yang termasuk ke dalam komunikasi internal adalah sebagai berikut.

Komunikasi vertikal

Contoh komunikasi vertikal adalah komunikasi yang terjadi antara pemimpin kepada anggota, seperti perintah, pujian, teguran, dan sebagainya.

Komunikasi horizontal

Komunikasi horizontal adalah komunikasi yang terjadi dalam lingkup organisasi atau korporasi antara individu-individu yang berkedudukan sejajar. Contoh: komunikasi antara rekan sejawat.

Komunikasi diagonal

Komunikasi diagonal terjadi di ruang lingkup organisasi atau korporasi antara orang yang memiliki kedudukan berbeda pada posisi tidak sejalur vertikal. Contoh: rapat koordinasi kegiatan antardivisi dalam suatu perusahaan.

 

2.      Komunikasi eksternal

Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjadi antara organisasi atau korporasi dengan pihak masyarakat yang berada di luar organisasi tersebut. Maksud dari komunikasi eksternal adalah untuk memperoleh kepercayaan, pengertian, bantuan, dan kerja sama dengan masyarakat. Komunikasi dengan pihak eksternal umumnya berbentuk promosi, pameran, corporate social responsibility, dan lain-lain.

 

E.     Komunikasi Berdasarkan Maksudnya

Komunikasi berdasarkan maksud merujuk pada interaksi komunikatif yang dilakukan dengan tujuan tertentu yang diinginkan oleh pengirim pesan kepada penerima pesan.

Terdapat empat kategori komunikasi berdasarkan maksud, yakni:

·         Pidato

·         Ceramah

·         Wawancara

·         Perintah atau tugas.

Dalam konteks ini, inisiatif dari komunikator memegang peranan penting sebagai penentu keberhasilan komunikasi. Kemampuan komunikator juga memiliki dampak signifikan terhadap dinamika pesan yang disampaikan, sehingga dapat memengaruhi kesuksesan keseluruhan proses komunikasi.

 

F.      Komunikasi Berdasarkan Jumlah Partisipan

Komunikasi berdasarkan jumlah partisipan dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni:

1. Komunikasi Perseorangan
Komunikasi perseorangan merujuk pada interaksi komunikatif yang terjadi antara dua individu mengenai isu-isu yang cenderung bersifat pribadi. Secara umum, komunikasi perseorangan lebih cenderung terbuka dibandingkan dengan komunikasi dalam kelompok.

2. Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok merujuk pada proses komunikasi yang terjadi di antara anggota-anggota suatu kelompok, membahas isu-isu internal kelompok atau keputusan yang memengaruhi kelompok tersebut untuk mencapai tujuan bersama.

 

G.    Komunikasi Berdasarkan Jaringan Kerja

Di dalam suatu organisasi atau korporasi, komunikasi akan terjadi berdasarkan sistem yang ditetapkan dalam jaringan kerja. Komunikasi berdasarkan jaringan kerja dapat dibedakan menjadi berikut:

1. Komunikasi Jaringan Kerja Rantai
Komunikasi jaringan kerja rantai adalah komunikasi yang terjadi menurut saluran hierarki organisasi dengan jaringan komando, sehingga komunikasi yang terjadi akan mengikuti komunikasi formal.

2. Komunikasi Jaringan Kerja Lingkaran
Komunikasi jaringan kerja lingkaran adalah komunikasi yang terjadi lewat saluran komunikasi yang bentuknya menyerupai pola lingkaran. Biasanya, komunikasi jaringan kerja lingkaran dilakukan untuk memastikan apakah informasi sudah diketahui oleh seluruh anggota. Pengirim pertama adalah penerima akhir.

3. Komunikasi Jaringan Kerja Bintang
Komunikasi jaringan bintang adalah komunikasi yang terjadi melalui satu sentral dan saluran yang dilewati lebih pendek.

 

 

H.    Komunikasi Berdasarkan Ajaran Informasi

Kategori komunikasi ini dapat dibedakan menjadi berikut ini:

1.      Komunikasi satu arah (one way communication)

Komunikasi satu arah adalah komunikasi yang berjalan hanya sepihak.

2.      Komunikasi dua arah (two ways communication)

Komunikasi dua arah adalah komunikasi yang bersifat timbal balik.

3.      Komunikasi ke Atas

Komunikasi ke atas adalah komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan.

4.      Komunikasi ke Bawah

Berlainan dengan komunikasi ke atas, komunikasi ke bawah adalah komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.

5.      Komunikasi ke Samping

Komunikasi ke samping adalah komunikasi yang terjadi di antara orang dengan kedudukan sejajar.



Demikian secuil materi ringkas komunikasi, jika ada pembaca yang ingin memberikan kritik saran sebagai masukan silakan sampaikan di kolom komentar, terima kasih. Selamat dan semangat belajar.