Jumat, 25 Maret 2022
Birrul Walidain, Berbhakti Kepada Orangtua
Kamis, 24 Maret 2022
Materi Sikomdig E-book atau Buku Digital
Semakin berkembangnya teknologi, kini kegiatan membaca menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan. Karena ada bentuk buku digital yang dapat kita buka melalui perangkat elektronik.
Buku itu dinamakan E-book.
Pengertian E-book
E-book merupakan singkatan dari Electronic Book atau bila diterjemahkan kedalam bahasa indonesia menjadi Buku Elektronik. Dari sini saya dapat definisikan bahwa, E-book merupakan bentuk buku digital dari buku versi cetak yang dapat kita buka melalui perangkat elektronik seperti PC (Personal Computer), Smartphone, dan Hp.
Untuk membukanya kita memerlukan sebuah aplikasi pembaca buku elektronik atau Ebook Reader yang wajib diinstal terlebih dahulu sebelum membaca ebook. Seperti contoh PDF Reader khusus ebook berformat PDF, dan sebagainya.
Tujuan ebook
Layaknya seperti buku pada umumnya, Ebook juga memiliki tujuan pembuatannya. Apa tujuan dibuatnya jenis buku digital ebook? Tujuan dibuatnya ebook diantaranya:
- Menjadikan ebook sebagai alternatif buku cetak yang lebih menyenangkan.
- Untuk mempermudah memahami materi yang sulit, karena beberapa format ebook mendukung penyisipan audio dan video di dalamnya.
- Untuk menjadikan sumber pembelajaran yang lebih informatif dan relevan.
- Serta untuk mempermudah reader dalam mencari informasi yang dibutuhkan, karena buku digital atau ebook memiliki fitur pencarian.
Dari tujuannya tersebut lahirlah ebook sebagai media pembelajaran alternatif dari versi buku cetak.
Fungsi dan manfaat Ebook
Ebook memiliki fungsi yang hampir sama dengan versi cetaknya, karena pada dasarnya ebook berasal dari buku cetak. Untuk fungsi ebook sendiri ada dua, diantaranya:
- Sebagai media pembelajaran.
- Dan sebagai media berbagi.
1. Sebagai media pembelajaran
Buku elektronik ebook juga memiliki fungsi yang sama juga dengan versi cetaknya dan sebagai media pembelajaran adalah fungsi utama dari ebook.
Sebab, ebook juga menyajikan teks dan gambar di dalamnya serta informasi yang relevan layaknya buku cetak pada umumnya.
Selain teks dan gambar, ebook juga berisi video dan audio yang dapat diputar langsung di dalam ebook. Ini salah satu kelebihan ebook dan perbedaan ebook dengan buku versi cetak.
Selain audio dan video, beberapa ebook juga berisi anchor teks atau link, atau istilah umumnya tautan yang merujuk ke website yang relevan dengan materi yang ada pada ebook. Ini dapat mempermudah kita dalam mencari informasi lanjutan atau informasi yang lebih dalam tentang hal tersebut.
2. Sebagai media untuk berbagi informasi
Jika kamu memiliki sebuah ide yang inspiratif dan sebuah pengalaman atau pengetahuan tentang sesuatu, contohnya tentang bermain gitar sampai bisa. Coba kamu bagi ide kamu atau pengetahuan kamu tentang cara bermain gitar yang baik dan benar kedalam bentuk ebook.
Apa yang sudah kamu buat itu dapat kamu bagikan secara gratis atau dijual ke orang yang ingin bermain gitar. Jika dibagikan secara gratis kamu akan mendapatkan pahala dan jika kamu menjual karya tulis tersebut maka kamu akan mendapatkan uang.
Berminat ingin membuat ebook? Kalau berminat alangkah baiknya kamu tanya langsung kepada guru simulasi digital atau langsung cari tutorialnya di mesin pencarian.
Format ebook yang ada
Banyak sekali jenis format - format ebook yang dapat kamu coba nanti. Setiap jenis format ebook yang ada memiliki fungsi yang berbeda. Di bawah ini akan saya uraikan berbagai macam format ebook yang ada, berikut adalah uraiannya:
Format .pdf didalamnya mendukung file multi media, berisi daftar isi layaknya buku pada umumnya dan yang pastinya memiliki fitur pencarian yang dapat mempermudah kamu mencari materi yang ingin kamu dapatkan.
.JPEG
Format Jpeg merupakan salah satu jenis buku digital, jenis buku digital yang hanya menggunakan gambar untuk dibaca. Biasanya hanya untuk bentuk buku komik elektronik.
.HTML
Dalamformat html kamu dapat dengan senantiasa mengatur ukuran gambar dan teks di dalamnya. Namun sayang jika saat dicetak tampilannya berubah dan tidak sesuai dengan tampilan semulanya.
Dan masih banyak lagi format ebook lainnya seperti LIT, XML, DOC, Epub dan sebagainya.
Kelebihan dan kekurangan ebook
Kenapa e-book banyak digunakan orang, itu karena ebook memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan buku cetak. Dengan kelebihannya itu membuat ebook banyak didownload dan digunakan orang. Berikut kelebihan ebook dibandingkan buku cetaknya:
1. Memiliki konten multi media yang dapat mempermudah proses belajar
Disamping teks dan gambar di dalamnya, ebook juga berisi konten video dan audio yang dapat kamu putar langsung. Dengan adanya konten multi media di dalamnya dapat membantu kamu dalam memahami sebuah materi yang sulit kamu pahami. Contoh materi matematika, dengan adanya langkah - langkah penyelesaian soal matematika dalam bentuk video, kamu akan lebih mudah mengetahui dimana mendapatkan ini dan bagaimana mencari ini.
2. Ramah lingkungan
Buku cetak didalamnya terdapat kertas yang terbuat dari serat kayu dan bahan kimia berupa tinta. Kemungkinan besar dalam proses pembuatannya kertas dan tinta bekas sisa di buang di tanah atau di air. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.
Beda dengan buku digital ebook, yang pastinya ramah lingkungan. Sebab, proses pembuatannya tidak menggunakan kertas dan tinta, melainkan menggunakan beberapa aplikasi untuk menyusun naskahnya serta ebook di buat menggunakan perangkat elektronik.
3. Dapat di baca kapanpun dan dimanapun
Ebook dapat kamu baca dimanapun dan kapanpun selagi hp atau pc kamu masih hidup. Jika kamu ingin membacanya pas liburan, tidak perlu repot - repot membawa buku yang lumayan berat, cukup dengan membaca ebook lewat hp.
4. Mudah didapat dan gratis
Buku cetak sebelum dapat kamu baca wajib kamu beli terlebih dahulu di toko buku atau granmedia terdekat. Jika rumah kamu jauh dari toko buku tersebut, tentu hal ini sangat melelahkan. Selain korban uang, kita juga dituntun korban perasaan kalau buku yang kita cari tidak ada, korban bensin untuk kesana, serta korban waktu untuk membelinya.
Jika kamu pengen gratis, tidak kepengen korban sesuatu, maka downloadlah ebook di internet. Ebook tersebut dapat kamu dapatkan secara gratis. Jika kamu memiliki cukup uang, kamu juga bisa membeli versi premium ebook tersebut.
5. Ringan dan yang pastinya hemat ruang penyimpanan
Tidak perlu membeli lemari buku dan tidak perlu juga menyediakan tempat khusus untuk menaruh buku. Cukup hanya dengan bermodalkan hp atau pc kamu sudah dapat membacanya dan menikmati isi dari ebook. Ukurannyapun relatif kecil dan yang pastinya ringan dan mudah di bawa kemana - mana. Bukan hanya satu atau dua ebook yang dapat kamu simpan di perangkat elektronik, tetapi kamu juga dapat menyimpan jutaan ebook kedalam hp milik kamu. Itupun tergantung tempat penyimpanannya.
Selain kelebihan yang di tawarkannya, ebook juga memiliki beberapa kekurangan, seperti sebagai berikut:
1. Proses membuka ebook yang cukup lama
Sebelum dapat membanya ebook, kita dituntun untuk menginstal terlebih dahulu ebook reader. Setelah itu baru bisa di baca. Tentu hal ini sangat menjengkelkan bagi kamu yang ingin cepat - cepat membaca.
Selain itu juga, di beberapa perangkat ebook mungkin tidak dapat di buka dan di baca.
2. Mudah hilang, jika komputer terinfeksi oleh malware atau virus.
Jika sebelumnya hp atau komputer anda terinfeksi oleh virus, kemungkinan besar koleksi ebook kamu sewaktu - waktu mungkin hilang. Untuk menghindari terjadinya hal semacam itu, silakan kamu upload ebook tersebut ke internet, seperti lewat situs upfile.mobi, google drive, dan sejenisnya. Untuk jaga - jaga jika file ebooknya hilang.
3. Jika terlalu lama membaca ebook didepan komputer, otomatis mata akan merasa lelah dan sakit
Hal ini pasti terjadi, sebab, cahaya yang dipancarkan oleh layar hp atau monitor memiliki pancaran sinar yang menyilaukan dan dapat membuat mata cepat sakit. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu dapat menggunakan kaca mata yang agak gelap saat membacanya. Tujuannya untuk mengurangi masuknya sinar tersebut. Selain itu, kamu juga dapat melapisi layar monitormu dengan lensa yang dapat menyerap sinar tersebut.
Selasa, 30 November 2021
Inventarisasi Sarana Dan Prasarana
1.
Menjelaskan pengertian inventarisasi.
2.
Menjelaskan tujuan, manfaat, dan dasar hukum
inventarisasi.
3.
Menjelaskan langkah-langkah inventarisasi.
B.
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.
Peserta diklat dapat menjelaskan
pengertian inventarisasi.
2.
Peserta diklat dapat menjelaskan
tujuan, manfaat, dan dasar hukum inventarisasi.
3.
Peserta diklat dapat menjelaskan
langkah-langkah inventarisasi.
C.
Uraian Materi
1.
Pengertian Inventarisasi
Penatausahaan
barang milik organisasi atau pemerintah merupakan suatu bentuk pertanggung
jawaban atas pengelolaan barang. Secara historis barang kekayaan organisasi
atau pemerintah pada hakikatnya adalah kekayaan masyarakat. Oleh karena itu tanggung
jawab moral bagi pengelola barang amat berat. Namun masih banyak dijumpai di
berbagai organisasi baik pemerintah maupun swasta kurang mengetahui secara
pasti berapa tepatnya kekayaan yang dimiliki, dan bahkan tidak mengetahui
dimana aset tersebut berada.
Pada umumnya aset atau sarana dan prasarana kebanyakan berupa alat atau
perabotan yang digunakan oleh organisasi dalam menunjang kegiatan operasional
organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Namun apakah pengelolaan sarana dan
prasarana organisai sudah dilakukan dengan baik? Pertanyaan ini kebanyakan akan
dijawab sudah baik, karena jika ternyata fakta di lapangan terjadi sebaliknya
mereka akan menghindar dan melepas tanggung jawabnya. Artinya masih banyak
sekali kasus hilangnya barang-barang milik/kekayaan organisasi baik swasta
maupun pemerintah yang sulit di lacak keberadaannya. Mengapa terjadi demikian?
Terhadap
pertanyaan di atas secara umum boleh dikatakan karena masih lemahnya
pengelolaan atau pengadministrasian dan
penata usahaan barang milik/kekayaan organisasi. Penatausahaan barang
milik/kekayaan organisasi perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh.
Karena apabila tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh sangat merugikan
organisasi.
Penatausahaan barang milik/kekayaan organisasi layaknya disebut
inventarisasi. Inventaris menunjuk pada barang/benda yang secara resmi menjadi
milik organisasi. Sedangkan inventarisasi merupakan suatu proses penghitungan,
pencatatan, penggolongan, pengklasifikasian, pengkodean, terhadap barang/sarana
prasarana yang dimuat dalam suatu daftar. Karena itu Inventarisasi adalah suatu
kegiatan yang meliputi pendaftaran, pencatatan dalam daftar, penyusunan atau
pengaturan barang-barang milik negara atau daerah serta melaporkan pemakaian
barang-barang kepada pejabat yang berwenang secara teratur dan tertib menurut
ketentuan dan tata cara yang berlaku sehingga mempermudah dalam penyajian data
kekayaan negara baik barang-barang tetap maupun barang-barang bergerak.
Kegiatan pencatatan sampai dengan pelaporan ini disebut inventarisai, sedangkan
barang sebagai obyek yang dicatat yang berupa benda/barang tahan lama disebut
barang inventaris.
2.
Tujuan, Manfaat, dan Dasar Hukum
a.
Tujuan
Inventarisasi.
Secara umum, inventarisasi
dilakukan dalam rangka usaha penyempurnaan pengurusan dan pengawasan yang
efektif terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah. Secara
khusus, inventarisasi dilakukan dengan tujuan-tujuan sebagai berikut:
1) Untuk menjaga dan menciptakan tertib
administrasi sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu organisasi.
2) Untuk menghemat keuangan baik dalam
pengadaan maupun untuk pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana.
3) Sebagai bahan atau pedoman untuk menghitung
kekayaan suatu organisasi dalam bentuk materiil yang dapat dinilai dengan uang.
4) Untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian
sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu organisasi.
b. Manfaat
Inventarisasi
Menurut Sanderson (2000) inventarisasi memiliki beberapa manfaat sebagai
berikut:
a. Mencatat dan menghimpun data aset yang dikuasahi
unit organisasi/ departemen.
b. Menyiapkan dan menyediakan bahan laporan
pertanggungjawaban atas penguasaan dan pengelolaan aset organisasi/ negara.
c. Menyiapkan dan menyediakan bahan acuan untuk
pengawasan aset organisasi atau negara.
d. Menyediakan informasi mengenai aset
organisasi/negara yang dikuasai departemen sebagai bahan untuk perencanaan
kebutuhan, pengadaan dan pengelolaan perlengkapan departemen.
e. Menyediakan informasi tentang aset yang
dikuasai departemen untuk menunjang perencanaan dan pelaksanaan tugas
departemen.
Hal-hal yang masih relevan pada PP Nomor. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah, adalah hal yang mengatur tentang hak kepemilikan
pengelolaan dan hak atas kuasa harta/kekayaan milik negara. Dalam PP tersebut menyebutkan
institusi dan pejabat penangnggung jawab atas kekayaan milik negara, yaitu:
a.
Pembina
Umum (Penum): adalah presiden, yang secara fungsional
dilakukan oleh menteri keuangan yang selanjutnya dilimpahkan kepada Direktur Jendral Moneter.
b.
Pembina
Barang Inventarisasi(PBI):adalah menteri, yang secara fungsional dilakukan oleh pejabat eselon 1
c.
Penguasaan
Barang Inventaris:
Semua semua pejabat eselon I, dan Kakanwil (Pembantu penguasaan).
d.
Unit
Pengurusan Barang (UPB):
Kantor atau satuan kerja, dimana barang milik/kekayaan negara berada.
e.
Penanggungjawab
Pengawas Barang Inventaris (PPBI): Kepala kantor(Kuasa materi/ barang).
f.
Unit
Pengelola Barang (UPB):
yaitu orang yang karena negara ditugasi menerima, menyimpan dan mengeluarkan
barang atas perintah Kuasa Barang. Pada umumnya bendahara material adalah
penguasa gudang.
3.
Langkah-Langkah Inventarisasi
§
Menyiapkan Lembar Hasil Opnam Barang Inventaris (LHOPBI)
§
Menyiapkan Buku Induk Barang Inventaris (BIBI)
§
Menyiapkan Buku Golongan Barang Inventaris (BGBI)
§
Menyiapkan
Kode Klasifikasi Barang Inventaris
§
Menyiapkan Daftar Kode Akuntan Pengguna Barang
§
Menyiapkan Daftar Kode Wilayah
a.
Lembar Hasil Opnam Barang Inventaris
Contoh Lembar Hasil Opnam Barang Inventaris
(LHOPBI) adalah daftar yang memuat identitas barang saat dilakukan penghitungan
periodik. Tujuannya untuk mengabdate keadaan barang yang sesungguhnya, lihat
tabel 3 berikut. (Lihat Lampiran 8)
b.
Buku Induk Barang Inventaris (BIBI),
Buku induk barang inventaris (BIBI)
adalah buku induk registrasi tempat mencatat segala macam barang
inventaris baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak dengan segala
macam dan jenisnya yang dimiliki oleh organisasi. Berikut tabel 4 contoh BIBI
dan cara mengisi BIBI. (Lihat Lampiran
9)
c.
Buku Golongan Barang Inventaris (BGBI)
Buku golongan barang inventaris adalah buku pembantu tempat mencatat
barang-barang inventaris menurut golongannya masing-masing berdasarkan kode
klasifikasi dan kode pokok barang. Berikut tabel 5 contoh BGBI dan cara mengisi
BGBI (Lampiran 10)
Cara memahami nomor kode klasifikasi inventaris.
Pada dasarnya tujuan yang ingin dicapai
dalam penggolongan barang itu ialah agar terdapat cara yang cukup mudah dan
efisien untuk mencatat dan mencari kembali barang tertentu, baik secara fisik
maupun secara administratif. Sesuai dengan tujuan tersebut maka diwujutkan
dalam bentuk lambang, sandi, atau kode, yang nantinya akan digunakan sebagai
pengganti nama atau urutan bagi tiap-tiap golongan barang, kelompok, dan atau
jenis barang. Urutan angka yang melambangkan nama, golongan dan jenis barang
senantiasa harus mempunyai sifat membantu, memudahkan dalam pengerjaannya.
Kode yang akan digunakan sebagai pedoman dalam menginventarisasi barang
akan melambangkan nama atau uraian kelompok/jenis barang dalam bentuk deretan
angka (numerik) yang tersusun menurut pola tertentu, agar mudah diingat dan
dikenali, serta memberi petunjuk mengenai formulir mana yang harus dipergunakan
untuk mencatat jenis barang tertentu. Selain itu susunan angka-angka kode ini
diupayakan agar memungkinkan pengembangan yang diperlukan, terutama bagi mereka
yang secara langsung menangani pencatatan barang milik/kekayaan
organisasi/negara.
Pada umumnya, nomor kode itu terdiri dari 7 (tujuh) deretan (digit)buah
angka yang tersusun menjadi 4 (empat) kelompok angka yang
dipisahkan dengan 3 (tiga) tanda titik (•), dengan pola susunan:
1.
Angka
pertama sebelum titik pertama melambangkan sandi formulir.
2.
Dua
angka setelah titik pertama melambangkan sandi pokok untuk kelompok
barang (main division).
3.
Dua
angka setelah titik kedua melambangkan sandi sub kelompok barang (sub
division).
4.
Dua
angka setelah titik ketiga melambangkan sub-sub-kelompok barang (sub-sub
division).
x
Catatan.
Perlu diingat bahwa barang mungkin hanya mempunyai satu janis/macam.
Sehingga dalam hal ini tiga angka tambahan merupakan pengembangan dari
bervariasinya jenis/macam kelompok barang.
x
Contoh
1, DuaMesin Ketik
Manual Portable (11-13 inc). dengan nomor urut 1 dan 2, sandinya adalah:
x
Contoh
2, satuMeja besi/metal (meja kerja)
d. Daftar
Kode klasifikasi Barang Inventaris Milik/Kekayaan Negara (lihat lampiran 4)
e.
Menyiapkan Daftar Kode Akuntansi Pengguna Barang
Kode akuntan pengguna barang menunjukkan
lokasi keberadaan barang milik/kekayaan negara. (li8hat Lampiran 5)
x
Contoh
1, DuaMesin Ketik
Manual Portable (11-13 inc). dengan nomor urut 1 dan 2, dibeli olah Fakultas
Ekonomi tahun 2015, sandinya adalah:
x
Contoh
2, satuMeja besi/metal (meja kerja), dibeli oleh
Fakultas Ekonomi tahun 2014. Sandinya adalah:
