Labbaik Allohumma Labbaik

Labbaik Allohumma Labbaik
Ziarah ke Baitullah

Jumat, 22 September 2023

Lagu Selamat Ulang Tahun

 

Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk

Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk

Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk

Selamat hari milad

Semoga dapat rohmat

Selamat hari milad

Semoga dapat rohmat

Dari Allahu Ahad
Hingga hidup selamat

Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk

Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk

Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk

Selamat ulang tahun

Semoga berkah turun

Selamat ulang tahun

Semoga berkah turun

Dari Alloh pengampun

Sehingga hidup rukun

Sabtu, 16 September 2023

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

 

Bismillahirrahmaanirrahiiim,

Assalaamu’alaikum warohmatullohi ta’ala wabarokatuh,

Alhamdulillahi robbil alaamiin, wabihi nasta’inu ala umuridunya waddin asholatu wasalaamu ala asrofil anbiyai wal mursaliin sayyidina wa maulana wahabibina Muhammadin wa alihi wa ashabihi ajma’in,

wa idzta’adana lainsakartum la azidanakum, wala inkafartum inna adzabi lasadid,

Qalallohu ta’ala fii kitabihil kariim, ‘audzubillahi minasyaithonirajiim

Bismillahirrahmaanirrahiim, “WAMAA ARSALNAAKA ILLA RAHMATAN LIL’AALAMIINA”,

Allohu Akbar, wa qolahu ta’ala “LAQOD KAANA LAKUM FII ROSUULILLAAHI USWATUN HASANATUL LIMANG KAANA YARJULLOHA WAL-YAUMAL-AAKHIRA WA ZAKAROLLOHA KATSIIROO”,

Shodaqollohul adziim, wa shodaqta rosuluhul kariim wa nahnu ala dzalika minassahidiin,

Robbisrohli sodri wayaasirli amri wahlul ‘uqdatamilisaani yafqohu qauli,

Yang kami hormati ibu kepala SMKN 2 Nganjuk, yth. Ibu Dra. Yatini, M.Si

Juga yang kami hormati ibu –bapak dewan guru beserta staff karyawan SMKN 2 Nganjuk,

Yang kami hormati pula saudara-saudari mahasiswa ppl stkip pgri nganjuk,

Dan yang tentunya sangat kami cintai, kami sayangi, kami banggakan, anak-anakku segenap peserta didik SMKN 2 Nganjuk dan yang kami do’akan pula senantiasa dirahmati Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala,

Sebaris kata yang patut untuk kita lafazkan saat ini, adalah kalimat syukur atas limpahan segala rahmat dan nikmat Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala, hingga saat ini masih diberikan umur panjang, kesehatan lahir batin, ketetapan iman islam, serta keberkahan hidup bersama. Seyogyanya mari kita lafazkan syukur kita dengan kalimat tahmid, biqauli Alhamdulillahirobbil alaamiin,

Teriring sholawat ma’assalaam kepada insan mulia, baginda Nabi Muhammad Sholallohu alaihi sholatu wasalaam, biqauli …

‘Allohumma sholi wa saliim ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad’

Dengan segenap harapan semoga kita senantiasa menjadi ummatnya yang istikomah hingga nantinya mendapat safa’atnya di yaumil qiyamah, aamiin …

Selanjutnya dimajlis yang mulia ini, ijinkan saya untuk berbagi memenuhi tugas dari panitia kegiatan dalam memetik hikmah memperingati Maulid Nabi Muhammad Sholallohu alaihi sholatu wasalaam,

Jalan-jalan ke taman nyawiji

Duduk berdua menikmati suasana pagi

Di luasnya hamparan lapangan ini

Kita bersama-sama hadir memperingati Maulid Nabi

        

        Ke pasar Wage membeli alpukat

        Dibikin juss buah rasanya nikmat

        Wahai hadirin ayo semangat

        Bersama-sama kita bersholawat


Allohumma sholi ala Muhammad,

Allohumma sholi alaa Muhammad, ya robbi sholi alaihi wa saliim,   3x

Gusti kanjeng nabi dilahirke ono Mekkah, dinane Senin; 12 Maulud tahun Gajah,

Ibune njeng nabi asmane Siti Aminah, Ramane njeng nabi asmane Sayyid Abdullah,

Alloh, masya Alloh riwayate nabi kita, umur 6 tahun nabi kita sampun lulo,

Allohumma sholi alaa Muhammad, ya robbi sholi alaihi wa saliim,   3x

Subhanaallohu masya Alloh, Allohumma sholi ala Muhammad,

Senandung sholawat tadi mudah-mudahan menjadi sababiyah kita sebagai ummatnya, serta mengantarkan hikmah untuk semakin cinta dan mengikuti sunah-sunahnya, aamiin.

Dan si’iran tadi mengantarkan kita kepada kisah insan mulia baginda Nabi Muhammad Rasulullohi sholallohu alaihi wa salaam,

Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada nabi Muhammad.

Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan wasilah do’a bersama, pembacaan sholawat nabi, juga pembacaan syair Barzanji, serta pengajian.

Merayakan Maulid Nabi Muhammad Sholallohu alaihi sholatu wasalaam, setidaknya akan memberikan beberapa makna berikut;

Pertama, merayakan Maulid Nabi sebagai wujud rasa bahagia dan gembira atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw memberikan manfaat di dunia dan akhirat.

Kedua, meneguhkan keimanan atas rahmat terbesar yang Allah berikan bagi umat Islam dengan lahirnya Baginda Nabi Muhammad sholallohu alaihi sholatu wasalaam. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya’: 107, WAMAA ARSALNAAKA ILLA RAHMATAN LIL’AALAMIINA artinya; “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam semesta”.

Ketiga, perayaan Maulid Nabi kerap diisi dengan ceramah agama dan nasihat yang bermanfaat serta suguhan makanan. Diantara tujuannya untuk mendakwahkan agama Islam.

Para ulama fiqh menetapkan kaidah, bahwa  "Setiap wasilah perbuatan dihukumi sesuai dengan tujuannya." Untuk itu, perayaan Maulid Nabi dihukumi sunnah mengingat tujuannya adalah meneladani Baginda Nabi, utamanya belajar mengetahui dan mengimplementasikan suri tauladan Nabi Muhammad dalam kehidupan kita serta bershalawat kepadanya.

Keempat, memupuk ubudiyah, dalam perayaan Maulid Nabi kerap diisi dengan pembacaan sejarah kehidupannya, mulai dari kelahiran, budi pekerti, ciri-ciri fisik, kemuliaan serta mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Hal demikian tentu dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad serta memperbanyak amal kesalihan sesuai dengan tuntunannya.

dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Allohumma sholi alaa sayyidina Muhammad,

Allohumma sholi wa saliim alaa, sayyidina wa maulana Muhammadin,

Adadama bi’ilmilahi sholatan, daimatan bidawami nur illahi,

Tombo ati iku limo perkarane,

Kaping pisan maca Qur’an lan maknane,

Kaping pindo sholat wengi lakonono,

Kaping telu wong sing sholeh kumpulono,

Kaping papat weteng iro betah luwih,

Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe,

Salah sawijine sopo bisa ngelakoni,

Mugi-mugi, Gusti Alloh nyembadani,

Allohumma sholi wa saliim alaa, sayyidina wa maulana Muhammadin,

Adadama bi’ilmilahi sholatan, daimatan bidawami nur illahi,

 

Alhamdulillahirobbil alaamiin,

Allohumma sholi ala sayyidina Muhammad,


 Ibrah dari hadirnya kita memperingati Maulid Nabi, adalah merujuk pada surat Al-Ahzab 107, “Laqod kaana lakum fii rosulillahi uswatun hasanatul liman kaana yarjulloha wal yaumal akhiro wadzakarolloha katsiro”. Sungguh telah ada pada diri rosululloh suri teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap rahmat Alloh, dan kedatangan hari akhir, dan yang banyak mengingat Alloh.

Dengan demikian setidaknya kita dapat mengikuti tuntunannya, menjalankan syariat agama dengan benar dan sungguh-sungguh untuk mengharap ridlo Allohu ta’ala, mengimplementasikan suri tauladan dan sifat-sifat terpuji nabi Muhammad dalam kehidupan kita.

 

Singkat kata, mari kita coba asesmen diri;

Siapa yang kalau pagi harus dibangunkan oleh ibu peri ?

Siapa yang sholat subuh kedahuluan terbitnya matahari ?

Siapa yang kalau makan-minum sambil berdiri dan jalan kesana kemari ?

AllohuAkbar,

Siapa bangun tidur diawali dengan bertasbih dan bersyukur atas nikmat yang diberi ?

Siapa yang sholat subuh berjama’ah dan tidak sendiri lagi ?

Siapa yang selesai pelajaran mengucapkan terima kasih kepada guru sebagai wujud akhlak terpuji ?

Allohumma sholi ala Muhammad,


Semoga kita mampu untuk memetik hikmah dari Maulid Nabi,

Menjadikannya insan mulia sebagai idola,

Menjadikannya insan mulia yang selalu dipuja,

Mengharap syafa’atnya untuk memasuki surga Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala, Aamiin, …

Manusia idolaku, nabiyulloh Muhammad,

Manusia pujaanku, nabiyulloh Muhammad,

Manusia yang kucinta, nabiyulloh Muhammad,

Manusia yang kudamba, nabiyulloh Muhammad,

Maula ya sholi wa saliim daiman abada ala habibika khoiril khalqi kullihimi,

Huwal habibuladzi turjasafa’atuhu likuli hauliminal ahwalimutahimi,

Putra Sayyid Abdulloh, nabiyulloh Muhammad,

Nabi kekasih Alloh, nabiyulloh Muhammad,

Nabi Penuntun ummat, nabiyulloh Muhammad,

Nabi Pemberi syafa’at, nabiyulloh Muhammad,

Maula ya sholi wa saliim daiman abada ala habibika khoiril khalqi kullihimi,

Huwal habibuladzi turjasafa’atuhu likuli hauliminal ahwalimutahimi,

Ya robbibil mustofa baliqma qasidana waqfirlana mamadho ya wasi’al karomi,  2x


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------


        Pergi mendaki ke puncak Jontani,

        Jangan lupa membawa bekal air dan roti,

        Sampai disini himah maulid nabi,

        Semoga Alloh ridlo dan memberkati,


                Ke Bukit Surga kita tamasya,

                Menikmati alam yang indah karunia-Nya,

                Jikalau ada salah dalam tutur kata,

                Saya Mohon Panjenengan ikhlas mema'afkannya,

Hadirin yang dirahmati Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala,

Semoga apa kita lakukan hari ini menjadi sirath, menuju ridlo dan rahmat-NYA

Menjadikan semakin kuat iman islam kita, serta tebalnya taqwa

Segala kebenaran dan kebaikan datang dari Allohu ta’ala,

Terselip kesalahan dan kekurangan, ma’afkan karena kekhilafan saya sebagai insan tak berdaya,

Akhirul kalam bilahi taufiq wal hidayah, wabi ridlo wal inayah

Wasalaamu’alaikum warohmatullohi ta’ala wabarokatuh.

 

Senin, 04 September 2023

Penggolongan Inventaris

Dalam rangka pendataan inventaris barang/kekayaan/aset milik negara/kantor/lembaga, sebelumnya perlu diketahui golongan barang uinventaris tersebut. Beberapa jenis golongan inventaris barang/kekayaan/aset dapat dicermati pada klasifikasi barang/aset dan pengkodean barang/aset/kekayaan.

1.Penggolongan Barang
1.1.Barang tidak bergerak.
1.2.Barang Bergerak.
1.3.Hewan/ternak.
1.4.Barang persedian.

1.1.Barang tidak bergerak dibagi dalam 7 (tujuh) bidang :
1.1.1.Bidang tanah;
1.1.2.Bidang jalan dan jembatan;
1.1.3.Bidang bangunan air;
1.1.4.Bidang instalasi;
1.1.5.Bidang jaringan;
1.1.6.Bidang bangunan gedung;
1.1.7.Bidang monumen.

1.2.Bidang bergerak dibagi dalam 12 (dua belas) bidang :
1.2.1.Bidang alat besar;
1.2.2.Bidang alat angkutan;
1.2.3.Bidang alat bengkel;
1.2.4.Bidang alat pertanian;
1.2.5.Bidang alat kantor dan rumah tangga;
1.2.6.Bidang alat studio;
1.2.7.Bidang alat kedokteran;
1.2.8.Bidang alat laboratorium;
1.2.9.Bidang buku-buku/perpustakaan;
1.2.10.Bidang barang kesenian/kebudayaan;
1.2.11.Bidang alat persenjataan;
1.2.12.Bidang Hewan/Ternak.

Bidang barang tersebut dibagi dalam kelompok-kelompok barang. Kelompok barang dibagi dalam sub kelompok barang, yang selanjutnya dibagi pula dalam sub-sub kelompok baran (jenis barang).


2.Kode Barang
Untuk menyusun pengkodean barang maka perlu dibuat tabel pengelompokan barang.
2.1.Kode barang terdiri atas 9 (sembilan) angka yang susunannya sebagai
berikut :

     

1


23


45


67


89


Kotak pertama menunjukkan kode golongan barang.
Kotak kedua dan ketiga menunjukkan kode barang.
Kotak keempat dan kelima menunjukkan kode kelompok barang.
Kotak keenam dan ketujuh menunjukkan lode sub kelompok barang.
Kotak kedelapan dan kesembilan menunjukkan kode sub-sub kelompok barang/jenis barang.
2.2.Kode untuk golongan barang :
Kode angka 1 untuk golongan barang tidak bergerak.
Kode angka 2 untuk golongan barang bergerak.
Kode angka 3 untuk golongan hewan/ternak.
Kode angka 4 untuk golongan barang persedian.
2.3.Kode untuk bidang barang tidak bergerak :
Kode angka 01 untuk bidang tanah.
Kode angka 02 untuk bidang jalan dan jembatan.
Kode angka 03 untuk bidang bangunan air.
Kode angka 04 untuk bidang instalasi.
Kode angka 05 untuk bidang jaringan.
Kode angka 06 untuk bidang bangunan gedung.
Kode angka 07 untuk bidang monumen.
2.4.Kode untuk bidang barang bergerak :
Kode angka 01 untuk bidang alat besar.
Kode angka 02 untuk bidang alat angkutan.
Kode angka 03 untuk bidang alat bengkel.
Kode angka 04 untuk bidang alat pertanian.
Kode angka 05 untuk bidang alat kantor dan rumah tangga.
Kode angka 06 untuk bidang alat studio.
Kode angka 07 untuk bidang alat kedokteran.
Kode angka 08 untuk bidang alat laboratorium.
Kode angka 09 untuk bidang buku-buku/perpustakaan.
Kode angka 10 untuk bidang barang bercorak kesenian/kebudayaan.
Kode angka 11 untuk bidang alat persenjataan.
Kode angka 12 untuk bidang hewan/ternak.

2.5.Kode untuk kelompok barang :
Kode untuk kelompok barang adalah antara 01 s/d 99 tergantung daripada banyaknya
kelompok barang dalam bidang tertentu. Contoh kelompok barang yang termasuk didalam bidang tanah, misalnya 01 tanah persil; 02 tanah non persil;
2.6.Kode untuk sub kelompok barang :
Kode untuk sub kelompok barang adalah antara 01 s/d 99 tergantung daripada jumlah sub kelompok barang yang ada dalam kelompok barang tertentu.
Contoh kelompok barang yang termasuk dalam tanah persil, misalnya:
01 tanah persil perumahan;
02 tanah persil perdagangan/perusahaan;
03 tanah persil industri.
2.7.Kode untuk sub-sub kelompok barang :
Kode untuk sub-sub kelompok barang adalah antara 01 s/d 99 tergantung daripada jumlah sub-sub kelompok barang yang ada dalam sub kelompok barang tertentu.
Contoh sub-sub kelompok barang yang termasuk dalam sub kelompok tanah persil
perumahan, misalnya:
01 tanah persil perumahan kelas I.
02 tanah persil perumahan kelas II.
03 tanah persil perumahan kelas III.
04 tanah persil perumahan kelas IV.
Contoh pemberian kode untuk pembuatan tabel barang adalah sebagai berikut:

KODE BARANGURAIAN

100000000Barang tidak bergerak.
100000000T a n a h.
100000000Tanah persil.
100000000Tanah persil perumahan.
100000004Tanah persil perumahan kelas IV.


3.Simbol Barang
Simbol barang adalah tanda pengenal barang berupa tanda-tanda pada barang milik Departemen Keuangan dengan mempergunakan angka, huruf atau gambar, agar mudah diketahui bahwa barang tersebut milik Departemen Keuangan.
3.1.Jenis barang yang perlu diberi simbol akan ditentukan dengan suatu peraturan tersendiri.
3.2.Macam, bentuk simbol akan ditentukan dengan suatu peraturan tersendiri.


4.Nomor Kode Registrasi Barang
Semua barang inventaris milik Departemen Keuangan haurs diberi nomor registrasi barang yang terdiri dari kode lokasi dan kode barang:
Nomor kode unit penyelenggara pembukuan barang inventaris yang terdiri dari 8 (delapan) angka (tabel terlampir).
Angka tahun yang menunjukkan tahun pengadaan/pembelian/perolehan barang terdiri dari 2 angka.
Kode barang yang terdiri dari 9 (sembilan) angka (tabel kode terlampir).
Nomor urut pendaftaran yang terdiri dari 3 (tiga) angka dimulai dari 001 sampai dengan 999.
4.1.Cara penulisan nomor kode registrasi barang adalah sebagai berikut :
(1).
(2).
XX.XX.XX.XX.XX.
X.XX.XX.XX.XX.XXX.
Keterangan *) :
(1)
XX.Nomor kode Departemen Keuangan (06)
XX.Nomor kode unit Eselon I
XX.Nomor kode Kantor Wilayah
XX.Nomor kode Pemakai/UPB.
XX.Tahun pengadaan/pembelian/perolehan barang inventaris (dua angka dari belakang).
(2)
X.Nomor urut pendaftaran.
XX.Sub-sub kelompok barang.
XX.Sub kelompok barang.
XX.Kelompok barang.
XX.Bidang barang.
XXX.Golongan barang.


4.2.Nomor kode registrasi barang ditulis pada barang inventaris dengan
mempergunakan cat warna putih, kecuali untuk barang-barang yang berwarna putih
dengan cat warna hitam atau dapat dibuat pada stiker, seng plat/warna dasar
putih dengan tulisan warna hitam.
4.3.Barang-barang yang diberi nomor registrasi barang adalah semua barang milik/ kekayaan negara yang dikuasai/ milik Departemen Keuangan yang memungkinkan diberi nomor registrasi barang, kecuali tanah, hewan/ternak dan barang persediaan.
1.Contoh cara penulisan kode lokasi barang sebagai berikut: Misal barang milik Departemen Keuangan yang berada pada Biro Umum Sekretariat Jenderal, tahun
pembelian 1981.


06

1

01

2

00

3

07

4

81

5

Keterangan *) :
1.Dep. Keu
2.Set. Jendral
3.Kantor Pusat (Bukan Kanwil)
4.Biro Umum
5.Tahun pembelian/pengadaan

Cara penulisan : 06.01.00.07.81
Contoh cara penulisan kode barang dan nomor pendaftaran sebagai berikut.
Misal sebuah mesin ketik manual standar, dengan nomor urut pendaftaran 45.


2

1

05

2

01

3

01

4

03

5

045

6

Keterangan *) :
1.Gol. Barang (barang bergerak)
2.Bidang (Alat Kantor dan Rumah Tangga)
3.Kelompok (Alat Kantor)
4.Sub Kelompok (mesin ketik)
5.Sub-sub kelompok (mesin ketik manual standar)
6.Nomor urut pendaftaran

Cara penulisan : 2.05.01.01.03.045
Jadi cara penulisan kode regristrasi barang: sebuah mesin ketik manual standar dengan nomor urut pendaftaran 45 berada pada Biro Umum Sekretariat Jendral Departemen Keuangan yang dibeli tahun 1981 adalah sebagai berikut:

06.01.00.07.81
2.05.01.01.03.045


2.Contoh cara pemberian kode lokasi barang yang berada di wilayah sebagai berikut:
Misal: barang milik Departemen Keuangan yang berada pada kantor Wilayah Bea dan Cukai di Ujung Pandang tahun pembelian 1982.
06

1

05

2

09

3

01

4

82

5

Keterangan *) :
1.Dep. Keuangan
2.Eselon I Bea dan Cukai
3.Kanwil Bea dan Cukai Ujung Pandang
4.Bagian Umum selaku UPB.
5.Tahun pengadaan

Cara penulisan: 06.05.09.01.82
Contoh cara penulisan kode barang dan nomor pendaftaran sebagai berikut.
Misal: sebuah Jeep dengan nomor urut 14.
2

1

02

2

01

3

01

4

02

5

014

6

Keterangan *) :
1.Gol. Barang bergerak.
2.Bidang (Alat Angkutan)
3.Kelompok (Alat Angkutan Darat bermotor)
4.Sub Kelompok (Kendaraan Dinas bermotor Perorangan)
5.Sub-sub Kelompok (Jeep)
6.Nomor urut pendaftaran

Cara penulisan: 2.02.01.01.02.014
Jadi cara penulisan kode registrasi barang sebuah Jeep dengan nomor urut pendaftaran 14 berada pada Kantor Wilayah Bea dan Cukai di Ujung Pandang tahun pembelian 1982 adalah sebagai berikut :

06.05.09.01.82
2.02.02.02.02.014.

3.Contoh cara penulisan kode registrasi barang: sebuah rumah tempat tinggal (RTT) golongan I permanen kelas II (dua) dengan nomor urut pendaftaran 19 berada pada Kantor Wilayah DJPKN di Surabaya yang dibuat tahun 1976 adalah sebagai berikut :

06.07.05.01.76
1.06.02.01.03.019.

4.Contoh cara penulisan kode registrasi barang sebuah brandkas dengan nomor urut pendaftaran 2 berada pada Kantor Kas Negara di Jayapura dalam lingkungan Kantor Wilayah Anggaran Jayapura, dibeli tahun 1979, adalah sebagai berikut:

06.03.11.03.79
2.05.01.04.06.002.

5.Jenis Satuan Barang
5.1.Semua macam barang harus dinyatakan dalam bentuk satuan untuk menyatakan kwantitasnya (jumlahnya).
5.2.Bagi semua satuan barang berlaku satuan-satuan nasional/internasional yang lazim dipergunakan di Indonesia.
5.3.Satuan barang yang dipergunakan untuk barang/bahan adalah sistim Internasional, antara lain diantaranya:
5.3.1.Satuan berat=Kg. dan Ton.
5.3.2.Satuan isi=Liter dan Galon.
5.3.3.Satuan jumlah=Buah, batang, botol, doos,zak, ekor, unit, stel, rim.
5.3.4.Satuan panjang=Meter, Km.
5.3.5.Satuan luas=Hektar dan Meter persegi.
5.4.Jenis-jenis satuan barang ini khususnya dipergunakan dalam rangka penyusunan laporan daftar inventaris barang-barang milik negara.


Demikian penggolongan dan pengklasifikasian barang/kekayaan/aset milik negara/kantor/lembaga. Untuk melatihkan tatacara pendataan inventaris, silakan lanjutkan dengan membuka tautan berikut; 
https://mistersastro.blogspot.com/2019/09/daftar-kode-klasifikasi-barang.html

Rabu, 09 Agustus 2023

MENERAPKAN PENERIMAAN, PENYALURAN, PENYIMPANAN, DAN PENDISTRIBUSIAN BARANG [SARPRAS]

 I. PENERIMAAN DAN PENYALURAN BARANG

A. PENERIMAAN 

Penerimaan barang adalah merupakan segala awal arus barang yang bergerak di gudang. Penerimaan barang dari pemasok atau penyedia barang memang kelihatan mudah, namun bila hal ini tidak memiliki sistem yang mengatur, maka bisa dipastikan akan mengganggu produktifitas alur barang. Penerimaan barang harus dilakukan secara cermat karena merupakan perpindahan tanggung jawab dari penyedia kepada pengguna melalui jasa transportasi. Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam penerimaan barang maka perlu dibuat mekanisme yang tepat dan didukung oleh administrasi yang benar.

Adapun kegiatan penerimaan barang meliputi: 

1. Pemeriksaan barang yang bertujuan untuk memastikan apakah barang yang diterima sudah sesuai dengan kontrak pengadaan barang, baik jumlah, jenis, kondisi, maupun harganya; memastikan apakah jumlah persediaan yang diterima telah dicatat pada arsip data inventaris/catatan persediaan; pemisahan dan pembetulan ketidaksesuaian dalam pencatatan kualitas barang berdasarkan barang yang ada.

Pemeriksaan barang yang dilakukan meliputi: pemeriksaan fisik (Jenis, tipe, kualitas, jumlah, kondisi barang, kemasan); pemeriksaan dokumen (kelengkapan dan kesesuaian dokumen, Uraian barang, jumlah, harga, waktu pengiriman)

2. Aktivitas penerimaan barang yang harus dilakukan antara lain pemeriksaan dokumen (Surat Jalan dan lain lain); barang yang belum diperiksa disimpan di “GUDANG TRANSIT AREA” (Gudang Penerimaan dan Penyaluran); pemeriksaan Mutu (quality Control); 100 % inspection (Product Control); sampling (metode sampling); pemeriksaan mutu boleh juga dilakukan di tempat penyedia barang; pemeriksaan quantity barang; penyelesaian administrasi; proses Handling (pengangkutan) yang benar.

3. Pencatatan Barang harus dilakukan secara teliti dalam bentuk Berita Acara Serah Terima; penyesuaian jumlah penyerahan (suplai) terhadap kebutuhan total yang tertulis dalam kontrak; memindahkan keterangan jumlah yang diterima ke dalam sistem penyimpanan persediaan; 

4. Pejabat/tim penerima hasil pekerjaan/barang mempunyai tugas dan tanggung jawab : 

  • Melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak; 
  • Menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian; 
  • Membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan.

5. Administrasi dalam penerimaan barang yang harus ada:

a. Kontrak/Perjanjian Jual Beli (kontrak pengadaan barang); 

b. Surat Ijin Pemasukan Barang (SIPB); 

c. Surat Jalan dari Penyedia Barang; 

d. laporan penerima hasil pekerjaan/barang; 

e. Berita Acara Pengujian dan Penerimaan Barang; 

f. bukti penerimaan barang; 

g. buku penerimaan barang; 

h. buku pengeluaran barang; 

i. buku pertanggungjawaban.


B. PENYALURAN 

Penyaluran barang adalah memperlancar proses arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, dalam hal pergudangan yaitu menyalurkan barang dari gudang transit (gudang rimlur) ke gudang persediaan. Adapun kegiatan penyaluran barang meliputi: 

  1. Pengumpulan barang yang akan disalurkan dari lokasi gudang transit; 
  2. Pemindahan barang dari gudang transit (Gudang Rimlur) ke tempat Gudang Persediaan; 
  3. Pengecekan fisik, tipe, jumlah dan kondisi barang; 
  4. Perlindungan dan pengemasan; 
  5. Pemuatan barang untuk diangkut ke tempat tujuan (Gudang Persediaan) berdasarkan jenis gudang (Senpi, Amunisi, Alat Angkut/alang, Alat Khusus Kepolisian/Alsuspol, Perlengkapan Perorangan dan kesatrian/Kapsatri serta Makanan dan Perminyakan/Kanpermin)

Administrasi dalam penyaluran barang adalah Kontrak/Perjanjian Jual Beli (kontrak pengadaan barang), laporan penerima hasil pekerjaan/barang, Berita Acara Pengujian dan Penerimaan Barang dan bukti penyerahan barang dari Gudang Transit (Gudang Rimlur) ke Gudang Persediaan.


II. PENYIMPANAN

Penyimpanan barang adalah menempatkan barang di dalam gudang untuk disimpan atau dipersiapkan untuk proses selanjutnya. Penyimpanan barang dilakukan sesuai dengan karakteristik barang. Penyimpanan barang sebagai persyaratan dalam penyimpanan barang adalah persediaan mudah ditemukan, sederhana dan efisien, aman, persediaan lama dapat dikeluarkan lebih dahulu (azas FIFO dan FEFO). Penyimpanan barang yang efektif membutuhkan kerapihan, disipilin dan cara yang sesuai. Aktivitas penyimpanan barang merupakan kegiatan penentuan jumlah unit per kelompok; untuk barang kecil dikelompokkan per bungkus dengan kuantitas tertentu; pemberian identitas barang. Penyimpanan dapat dilakukan di tempat yang sesuai secara sistematis; penyimpanan berdasarkan prinsip FIFO dan FEFO; memudahkan dalam pemeriksaan kembali untuk barang yang telah disimpan dalam masa tertentu. (Re inspection); buatkan layout penyimpanan barang (Lay out Gudang), jika jenis barang banyak, dalam daftar inventory/barang tuliskan lokasi penyimpanan barang.

Identitas barang berisi informasi tentang nama barang; kode barang; spesifikasi barang; satuan barang; jumlah barang; tanggal penerimaan barang; nama penyedia barang dan lain-lain (sesuai kebutuhan). Penentuan lokasi penyimpanan barang berdasarkan kategori/jenis gudang penyimpanan; lokasi gudang. Proses penyimpanan barang direncanakan penempatan barang-barang dengan frekuensi keluar masuk tinggi di lokasi yang mudah dijangkau, misalnya bagian tengah fallet, lantai dasar; menggunakan sistem kode lokasi penyimpanan; penandaan daerah penyimpanan untuk barang-barang berukuran besar dan berat; serta mempelajari kemungkinan mengatur ukuran lot bagi barang yang dikirim atau sistem pengemasan barang. Pengendalian persediaan meliputi beberapa kegiatan antara lain pemeliharaan bukti dokumentasi yang akurat mengenai penerimaan, penyimpanan dan pengiriman dari suatu pergudangan; dan penggunaan informasi yang dapat diambil dari catatan-catatan tersebut.

Kartu barang persediaan merupakan alat pengendalian persediaan yang paling penting sehingga harus menyediakan informasi yang mutakhir mengenai kuantitas persediaan dan lokasi dari semua barang yang disimpan di gudang tersebut. informasi pada kartu catatan persediaan, meliputi: nomor referensi; uraian barang; klasifikasi persediaan barang; lokasi/tempat penyimpanan barang; perincian mengenai jumlah persediaan barang. Pemeriksaan persediaan barang diperlukan untuk memeriksa kebenaran catatan persediaan, menetapkan nilai persediaan, mendeteksi adanya kehilangan dan bisa digunakan sebagai bahan penilaian staf gudang. Permasalahan yang sering terjadi dalam penyimpanan barang rusak dalam penyimpanan, rusak dalam handling, salah menyimpan barang, gangguan lain misalnya: Tikus, Rayap, Kecoa dll, banjir, selisih persediaan (Fisik Vs Administrasi), persediaan tidak mencukupi. Sumber-sumber ketidaksesuaian antara persediaan nyata dan catatan kesalahan pada waktu mencantumkan jumlah pada kartu persediaan, kesalahan dalam mengeluarkan barang, kehilangan, kerusakan barang, salah menempatkan barang persediaan, kehilangan dokumen. Untuk mengantisipasi kejadian hal-hal yang tidak diinginkan. Administrasi dalam penyimpanan barang antara lain meliputi buku penerimaan barang, buku pengeluaran barang, kartu barang/persediaan, laporan persediaan barang, Berita Acara pengeluaran barang, Surat Perintah Logistik (Prinlog), Surat Perintah Pengeluaran Materiil (SPPM), laporan stock opname (dilaksanan 6 bulan sekali/tiap semester) dan buku pertanggungjawaban.

Gudang adalah sebuah ruangan/tempat yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang. Pergudangan memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan sebuah organisasi. Barang yang disimpan di gudang bisa dalam bentuk bahan baku, barang setengah jadi, suku cadang maupun produk jadi. Peningkatan produktivitas dan pelayanan pergudangan akan sangat berpengaruh pada performansi organisasi secara keseluruhan. Keberadaan gudang tidak muncul begitu saja namun berdasarkan pada kebutuhan organisasi maka dari itu gudang sebagai fasilitas memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Membantu pengadaan barang yang dibutuhkan dalam jumlah yang ekonomis dan dengan harga yang paling rendah; 
  2. Menyelesaikan proses-proses penerimaan, distribusi dan pengelolaan inventaris secara tepat;
  3. Memelihara kondisi barang yang disimpan agar tetap dalam kondisi baik sampai material tersebut diperlukan.

Gudang yang digunakan sebagai penyimpanan berbagai jenis barang maka gudang juga dibedakan menjadi jenis-jenis gudang antara lain:

1. Gudang tertutup penuh/setengah tertutup-lingkungan tidak terkendali; 

2. Gudang tertutup penuh-lingkungan terkendali; 

3. Gudang Tahan Api; 

4. Gudang Bahan Peledak; 

5. Gudang Bahan Bakar; 

6. Daerah Penyimpanan Terbuka. 

Sarana dan perlengkapan gudang diperlukan dengan tujuan untuk melakukan penanganan material di gudang secara efektif dan efisien, terdiri dari perlengkapan di dalam gudang dan perlengkapan di luar gudang. Adapun sarana di dalam gudang perlengkapan keselamatan kerja; perlengkapan alat angkut barang; perlengkapan pemadam kebakaran; perlengkapan temperatur suhu. Sedangkan sarana di luar gudang terdiri dari bagian bangunan gudang/bersebelahan, untuk mempermudah material handling; meliputi daerah parkir, penyimpanan kontainer, dok bongkar muat, jembatan timbang.

Tata letak gudang sangat menentukan kelancaran dalam pekerjaan pergudangan. Didalam tata letak pergudangan sangat diperlukan tentunya didasarkan pada unsur-unsur utama pekerja pemindahan barang ke tempat penyimpanan barang; pengambilan kembali barang untuk dikirim; pengumpulan barang untuk dikirim; pengiriman barang; penghitungan persediaan barang dan pengesahan; pemeliharaan persediaan dan penyimpanan kembali.

Sasaran tata letak gudang juga menjadi bahan pertimbangan dalam operasional sirkulasi barang digudang baik bagi personel yang mengawaki dan kondisi barang yang disimpan digudang. Maka dari itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang menjadi sasaran tata letak gudang antara lain: bersih dan teratur; memudahkan penanganan barang; memudahkan mencari lokasi barang; keamanan; pemrosesan penerimaan, penyimpanan, pengiriman yang efektif dan efisien. Disamping tata letak pergudangan tentunya masih ada yang perlu diperhatikan dalam kegiatan di gudang yaitu tentang keselamatan dan keamanan gudang yang mencakup tindakan pencegahan dan pengawasan terhadap: pergerakan kendaraan; peralatan penanganan barang; tata laksana kerja gudang. Untuk lebih mudah dalam pengendalian termasuk pengawasan dalam sirkulasi pekerjaan di gudang maka juga perlu pengaturan pergerakan kendaraan antara lain manuver kendaraan besar hanya boleh dilakukan dengan bimbingan staf gudang; pembatasan jumlah kendaraan yang masuk; tanda-tanda yang jelas; sistem lalu lintas satu arah; batas kecepatan; larangan masuk ke daerah tertentu; jalan akses yang memadai; cermin cembung di pojok-pojok.

Untuk memperlancar kegiatan di gudang maka sangat dibutuhkan peralatan penanganan gudang agar peralatan yang digunakan dapat digunakan secara optimal. Peralatan yang dipergunakan dalam gudang terdiri dari peralatan mekanis yang bergerak tentunya harus dikerjakan oleh operator yang terlatih; harus mengikuti aturan penggunaan peralatan; ketersediaan lorong-lorong gudang dan jalur akses yang memadai; dan pemeliharaan peralatan yang baik. Sedangkan peralatan yang dapat digunakan secara tetap antara lain pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan; dan muatan maksimum harus tertera pada peralatan yang bersangkutan sehingga pegawai dapat mengoperasikan dengan baik. Praktek pelaksanaan dalam pekerjaan gudang antara lain: adanya prosedur penumpukan barang yang benar; penggunaan peralatan yang tepat; penggunaan pakaian pelindung, sarung tangan, masker, sepatu, helm; berhati-hati dalam menggunakan tangga; penggunaan label peralatan gudang yang diperlukan, misal : handle with care, this side up, dan sebagainya. Secara umum aktivitas pergudangan antara lain penerimaan dan Penanganan barang; penyimpanan barang; pengeluaran barang; pengendalian / pengontrolan barang; perawatan barang; dan penyaluran barang.


III. PENGIRIMAN / PENDISTRIBUSIAN 

Pengiriman barang adalah mempersiapkan pengiriman fisik barang dari gudang ketempat tujuan (titik bekal) yang disesuaikan dengan dokumen pemesanan dan pengiriman (SPPM) serta dalam kondisi yang sesuai dengan persyaratan penanganan barangnya. Sebelum melakukan pengiriman barang ke tempat tujuan (titik bekal), aktifitas yang dilakukan setelah barang disiapkan adalah pengepakan (pack) dan pemilahan (sortasi). Pengepakan dilakukan secara sendiri-sendiri atau digabungkan untuk kenyamanan/keamanan barang. Sedangkan sortasi adalah mengumpulkan pengepakan ke tujuan yang benar dan harus membandingkan antara kapasitas muatan dan tujuan yang akan dilalui. 

Yang terpenting dilakukan dalam hal pengepakan dan pemilahan barang adalah adanya alamat tujuan pengiriman barang, mengurangi waktu pencarian dalam pengepakan, pengelompokan barang yang akan dikirim, pemberian label khusus untuk pengepakan, menghitung jumlah peti/koli, dan mengelompokkan pengepakan ke dalam alur pengiriman yang benar. Pengiriman barang meliputi perencanaan pendistribusian barang yang dibuat oleh Biro Pengadaan Barang, pengumpulan barang yang dibutuhkan dari lokasi gudang, pemindahan barang ke tempat pengemasan/pengepakan (Gudang Ekspedisi), pengecekan fisik, tipe, jumlah dan kondisi barang, perlindungan dan pengemasan barang dan pemuatan barang untuk diangkut ke tempat tujuan (titik bekal). Sedangkan administrasi dalam pengiriman barang terdiri dari ;

1. Surat Perintah Logistik (Prinlog) yang diterbitkan oleh pengguna barang; 

2. Kontrak/Surat Perjanjian Pengiriman Barang; 

3. Surat Perintah Pengeluaran Materiil (SPPM); 

4. Berita Acara Penyerahan Materiil; 

5. Surat Perintah Mengirim (SPM); 

6. Surat Jalan Pengiriman; 

7. Buku penerimaan barang; 

8. Buku pengeluaran barang; 

9. Buku pertanggungjawaban.


LATIHAN SOAL;

  1. Jelaskan bagaimana proses alur barang dalam ilmu pergudangan ? 
  2. Jelaskan apa yang perlu dilaksanakan sebelum barang di terima di dalam gudang ? 
  3. Jelaskan bagaimana perawatan barang di dalam gudang ? 
  4. Jelaskan hal-hal apa yang harus dilaksanakan dalam pengiriman barang ? 
  5. Administrasi/pencatatan apa saja yang harus dilaksanakan dalam pergudangan ?